Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Kesampingkan Perbedaan, Kelompok Etnis Myanmar Bersatu Lawan Kudeta Myanmar

Aksi unjuk rasa anti kudeta militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi di Myanmar telah berjalan selama sepekan

AFP
Unjuk rasa memasuki hari kelima dan dilaporkan penguasa militer menggunakan peluru tajam. 

Pasukan keamanan melakukan serangkaian penangkapan lainnya dalam semalam kemudian melakukan penahanan.

Mereka yang ditahan termasuk setidaknya satu dokter yang ikut serta dalam kampanye aksi protes sipil yang semakin meluas.

AS Jatuhkan Sanksi pada Junta, Facebook Awasi Konten yang Diunggah Militer

Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada pemerintah militer atau junta Myanmar, Kamis (11/2/2021).

Sanksi AS itu menargetkan 10 pejabat militer, termasuk Min Aung Hlaing, yang dianggap bertanggung jawab atas kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Pemerintahan Joe Biden juga memasukkan tiga perusahaan permata dan giok yang diduga dimiliki atau dikendalikan oleh militer.

Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing - dalam pidato pertamanya setalah kudeta -menyebut pihaknya akan mengadakan pemilu multipartai
Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing dikenai sanksi oleh AS  (Tribunnews.com)

Sebelumnya, Min Aung Hlaing dan jenderal senior lainnya sudah berada di bawah sanksi AS atas pelanggaran terhadap Muslim Rohingya dan minoritas lainnya.

Dengan diberikannya sanksi, akses junta terhadap dana pemerintah yang disimpan di AS sementara terblokir.

Adapun atas tindakan-tindakan militer tersebut, Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan membahas Negeri Seribu Pagoda itu pada sesi khusus, Jumat (19/2/2021) mendatang.

Lebih lanjut, perusahaan media sosial Facebook dikabarkan akan mengawasi hingga menghapus konten-konten yang dijalankan oleh junta.

Pengawasan itu dilakukan setelah Facebook mengindikasi adanya tindakan melanggar aturan oleh junta, yaitu junta terus menyebarkan informasi yang salah atau hoaks di media sosial setelah merebut kekuasaan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kesampingkan Perbedaan, Kelompok Etnis Myanmar Bersatu Lawan Kudeta Myanmar

Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved