Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Kesampingkan Perbedaan, Kelompok Etnis Myanmar Bersatu Lawan Kudeta Myanmar

Aksi unjuk rasa anti kudeta militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi di Myanmar telah berjalan selama sepekan

AFP
Unjuk rasa memasuki hari kelima dan dilaporkan penguasa militer menggunakan peluru tajam. 

"Kami tidak dapat berkompromi dengan militer, itu akan memberi kami tanda hitam pada sejarah kami," tambahnya.

Sementara itu, aksi unjuk rasa diketahui terjadi di sejumlah wilayah di Myanmar.

Di kota terbesar Yangon, ratusan dokter yang mengenakan jas putih dan masker berbaris melewati pagoda emas Shwedagon, situs Buddha paling suci di negara itu.

Di kota pesisir Dawei, jalanan dipenuhi dengan pengunjuk rasa yang memberikan pidato berapi-api.

Mereka banyak yang membawa bendera merah dengan burung merak, yang mana itu merupakan simbol kebanggaan dan perlawanan nasional.

Di bagian lain kota, penggemar sepak bola yang mengenakan perlengkapan tim berbaris dengan plakat lucu yang mengecam militer.

Ribuan orang juga berkumpul di Myitkyina, ibu kota negara bagian Kachin, dengan para pria muda memainkan musik rap dan melakukan dance-off.

Sedangkan di ibu kota Naypyidaw, beberapa pengunjuk rasa menutupi kepala mereka dengan seprai dan berpakaian seperti hantu dengan kacamata hitam di bawah terik matahari.

Salah satunya membawa plakat bertuliskan 'tidak semua hantu itu menakutkan, tetapi polisi Burma lebih menakutkan'.

Diketahui, tentara membubarkan aksi protes di kota tenggara Mawlamyine dan menangkap beberapa orang.

Halaman
123
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved