Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Kesampingkan Perbedaan, Kelompok Etnis Myanmar Bersatu Lawan Kudeta Myanmar

Aksi unjuk rasa anti kudeta militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi di Myanmar telah berjalan selama sepekan

AFP
Unjuk rasa memasuki hari kelima dan dilaporkan penguasa militer menggunakan peluru tajam. 

Wartakotalive.com - Aksi unjuk rasa anti kudeta militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi di Myanmar telah berjalan selama sepekan.

Dilaporkan Channel News Asia, hari ini, Jumat (12/2/2021) ratusan ribu orang turun ke jalan untuk menyurakan pertentangan mereka.

Menariknya, beberapa hari terakhir dalam aksi unjuk rasa turut diwarnai sejumlah warga dari berbagai agama di Negeri Seribu Pagoda tersebut.

Mengesampingkan perbedaan, mereka di antaranya yakni umat Buddha serta Kristen yang merupakan agama mayoritas, lalu ada pula umat Muslim, Hindu, dan puluhan kelompok etnis lainnya.

Organisasi bersenjata yang pasukan pemberontaknya menguasai sebagian besar negara juga mendukung aksi protes yang sedang berkembang.

Organisasi itu mengatakan bahwa mereka tidak akan mentolerir tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa oleh para pemimpin militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta pada Senin (1/2/2021).

Baca juga: Kudeta Myanmar: AS Jatuhkan Sanksi pada Junta, Facebook Awasi Konten yang Diunggah Militer

"Apa yang terjadi sekarang bukanlah tentang partai politik," kata Ke Jung, seorang pemimpin pemuda dari Naga, sekelompok suku di perbatasan terpencil India.

Diketahui Partai Naga yang merupakan partai politik terbesar di wilayah tersebut, mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kudeta.

"Ini pertarungan untuk suatu sistem," kata Ke Jung kepada Reuters melalui telepon.

Halaman
123
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved