Breaking News:

Pandemi Virus Corona

Pemprov DKI Gandeng 31 Kolaborator untuk Latih 3.591 Pekerja di Tengah Pandemi Virus Corona

Pemprov DKI Jakarta menggandeng 31 kolaborator untuk melatih 3.591 pekerja di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Fitriandi Fajar
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta menggandeng 31 kolaborator untuk memberikan pelatihan kepada pekerja di tengah pandemi Covid-19. (Dok PPID DKI Jakarta) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggandeng 31 kolaborator untuk melatih 3.591 pekerja di tengah pandemi Covid-19.

Angka itu berdasarkan rekap data yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta pada tahun 2020 lalu.

Kepala Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk terus ditingkatkan.

Salah satu caranya melalui peningkatan kompetensi pencari kerja dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri atau instansi lain.

“Harapannya tercipta link and match agar pencari kerja mampu berdaya saing dan berwirausaha,” kata Andri berdasarkan keterangannya yang diterima, Kamis (11/2/2021).

Andri mengatakan, pelatihan soft skill maupun hard skill menyasar para pencari kerja dan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Provinsi DKI Jakarta, jumlah pengangguran di Ibu Kota per Agustus 2020 sebanyak 572.780 orang (10,95 persen).

“Kami harap setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan peningkatan skill atau keterampilan. Bahkan ada beberapa kolaborator yang memberikan bantuan alat kerja, sehingga dapat dimanfaatkan para peserta untuk bekal menjadi wirausaha. Selain itu dari pelatihan juga peserta akan mendapatkan informasi lowongan kerja,” ujar Andri.

Andri menyatakan, pihaknya akan terus menyeleggarakan program kolaborasi pelatihan dengan berbagai perusahaan di berbagai bidang pada tahun 2021 ini.

Diantaranya bidang elektro, IT, desain grafis, tata boga, tata busana, tata rias, UMKM, transportasi, dan lain sebagainya.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, pelatihan dilaksanakan secara daring, blended, dan luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ketat,” jelasnya.

Menurut Andri, kolaborasi yang dilakukan ini sebagai wujud Kota 4.0 yang digagas Pemprov DKI Jakarta. Konsep ini memposisikan Pemprov bertindak sebagai kolaborator, sedangkan masyarakat sebagai ko-kreator.

Dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta telah menciptakan berbagai wadah sebagai sarana masyarakat untuk berkolaborasi, salah satunya adalah program kolaborasi sosial berskala besar (KSBB).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved