Kasus Rizieq Shihab

Mantan Ketum FPI Shabri Lubis Juga Dijerat Pasal Penghasutan, Kata Bareskrim Sesuai Petunjuk JPU

Namun secara umum, hukuman pidana pasal 160 KUHP jauh lebih berat dibandingkan pasal 93 dan 53 KUHP.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Sama seperti Rizieq Shihab, mantan Ketua Umum FPI Shabri Lubis juga dijerat pasal 160 KUHP tentang dugaan tindak pidana penghasutan, dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Shabri Lubis ikut dijerat pasal 160 KUHP tentang dugaan tindak pidana penghasutan dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Pasal itu sebelumnya diterapkan kepada pentolan FPI Rizieq Shihab.

Hal tersebut dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

Tuntutan untuk Pinangki Dinilai Terlalu Rendah, Kejagung: Itu Persepsi, Tergantung Dilihat dari Mana

"Iya, pasal 160 KUHP itu dari awal sudah ada," kata Rusdi di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Selain pasal tersebut, Shabri Lubis juga dijerat pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 216 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Namun secara umum, hukuman pidana pasal 160 KUHP jauh lebih berat dibandingkan pasal 93 dan 53 KUHP.

Sosok King Maker di Kasus Djoko Tjandra Tak Terungkap, Kejaksaan Agung Serahkan kepada KPK

Dalam beleid pasal 160 KUHP, pelaku dapat dihukum pidana penjara paling lama 6 tahun.

"Perkara ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Nanti tinggal proses kejaksaan dengan pengadilan," tuturnya.

Bareskrim Polri menyampaikan, pasal 160 KUHP yang dijerat kepada Shabri Lubis, merupakan petunjuk jaksa penuntut umum (JPU).

Polisi Tetap Proses Kasus Cuitan Evolusi, Meski Abu Janda dan Natalius Pigai Sudah Bertemu

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian menyampaikan, petunjuk itu disampaikan oleh JPU saat masa tahapan perbaikan berkas perkara (P19).

"Berdasarkan fakta materiel dan petunjuk JPU dalam P19," kata Andi saat dikonfirmasi, Kamis (11/2/2021).

Namun demikian, ia tidak menjelaskan lebih rinci perihal pernyataan apa yang membuat Shabri Lubis dianggap menghasut masyarakat.

Natalius Pigai: Buzzer Banyak Dibenci, Pemimpin Tidak Boleh Memelihara

Termasuk, mengenai fakta materiel untuk menjerat eks Ketum FPI tersebut.

"Tanyakan ke JPU," ucap Andi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved