Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

KNKT Pastikan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Tak Lewati Area Awan Hujan Saat Terbang

KNKT meminta masyarakat tidak berasumsi terkait penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.

Editor: Yaspen Martinus
skyteamvirtual.org
Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-524. Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan kode SJ 182 hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tidak melewati area awan hujan saat terbang.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, berdasarkan data cuaca yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pesawat SJ 182 tidak melalui area awan hujan.

Ia juga menjelaskan, pesawat SJ 182 sebelum mengalami kecelakaan juga tidak berada dalam awan yang berpotensi menimbulkan guncangan saat terbang.

KRONOLOGI Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Versi KNKT: Throttle Sebelah Kiri Bergerak Mundur

"Pergerakan pesawat setelah lepas landas, dan jalur yang dilalui tidak menunjukkan adanya awan signifikan," kata Nurcahyo saat konferensi daring, Rabu (10/2/2021).

KNKT meminta masyarakat tidak berasumsi terkait penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, hingga saat ini investigasi jatuhnya pesawat SJ 182 masih berlangsung, dan pihaknya meminta agar masyarakat tidak berasumsi.

Berstatus Tahanan Kejaksaan, Komnas HAM akan Tanya Korps Adhyaksa Soal Kematian Maaher At-Thuwailibi

Terkait penyebab jatuhnya pesawat SJ 182, lanjut Soerjanto, saat ini belum ada kesimpulan, karena masih membutuhkan data yang lebih lengkap lagi.

"Kami tentunya berharap, tidak ada asumsi atau perkiraan terkait penyebab kecelakaan SJ 182."

"Karena data yang diperoleh untuk menyimpulkan masih kurang," jelas Soerjanto.

Dituding Mangkir Sidang Praperadilan Anggota FPI yang Ditembak Polisi, Komnas HAM: Tak Diundang

Soerjanto juga menjelaskan, saat ini KNKT masih terus berupaya untuk menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat SJ 182 yang menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

"CVR ini dibutuhkan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai penyebab jatuhnya pesawat SJ 182," tutur Soerjanto.

Ia juga mengungkapkan, saat ini untuk melakukan investigasi, KNKT menggunakan data dari Flight Data Recorder (FDR) dan sejumlah komponen pesawat yang ditemukan.

UPDATE Covid-19 Indonesia 10 Februari 2021: Pasien Baru Tambah 8.776, Sembuh 9.520 Orang

"Kami masih membutuhkan waktu untuk mengungkap kenapa terjadi kecelakaan ini."

"Kita tidak bisa menjawab dengan lengkap dengan data saat ini karena masih kurang," ujar Soerjanto.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved