Breaking News:

Ini Jawaban Camat Setu Terkait Bantuan Terhadap Bayi Pengidap Hidrosefalus di Kota Tangsel

Camat Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Hamdani HS mengaku tengah memberikan sejumlah bantuan untuk keluarga Muhammad Fallih Akmar

Warta Kota/Rizki Amana
menderita penyakit Hidrosefalus atau penumpukan cairan di rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak.  

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rizki Amana 

WARTAKOTALIVE.COM, SETU - Camat Setu Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Hamdani HS mengaku tengah memberikan sejumlah bantuan untuk keluarga Muhammad Fallih Akmar bayi berusia 13 bulan yang mengidap penyakit Hidrosefalus. 

Menurutnya bantuan tersebut telah berlangsung dalam waktu cukup lama usai diketahui terdapat bayi penderita Hidrosefalus di wilayah kerjanya. 

"Itu sudah lama kita tangani. Lurah, dan Sekel terkait dengan keterlibatan wilayah untuk penanganan atau warga yang kena Hidrosefalus," kata Hamdani saat dikonfirmasi, Rabu (10/2/2021).

Hamdani mengaku bantuan tersebut telah dilakukan pihaknya baik secara bantuan pelayanan pengobatan maupun obat yang diperlukan sang bayi. 

Miris, Tak Mampu Menebus Obat, Orangtua Bayi Penderita Hidrosefalus Berharap Mukjizat Tuhan

Kisah Sedih Bayi Hidrosefalus, Sang Ayah di-PHK Sampai Tak Mampu Bayar BPJS Kesehatan

Namun, dirinya mengakui memiliki batasan dalam bantuan mengingat penyakit yang diderita terkategori penyakit berat. 

"Kita pengobatan mulai dari awal sampai proses beberapa kali pengobatan sudah kita lakukan, kita upayakan kita bantu. Tapi kan itu karegori penyakit berat juga kan gitu. Tapi itu kan mungkin tindakannya harus lebih, tapi kita sedang upayakan terus supaya bisa sembuhlah," jelasnya. 

Diwartakan sebelumnya, Pasangan suami istri (pasutri) Septian Prastiya (28) dan Yani Suriani (23) hanya dapat bersabar dan berupaya menyembuhkan penyakit yang mengidap anak keduanya bernama Muhammad Fallih Akmar berusia 13 bulan. 

Buang Limbah Covid-19 dari Tangerang Ke Bogor, Dua Pegawai Loundry Terancam 10 Tahun Penjara

Tak jarang dengan tatapan kosongnya, (pasutri) tersebut meratapi sang anak yang mengidap penyakit Hidrosefarus atau penumpukan cairan di rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak. 

Harapan melihat sang anak dapat tumbuh secara normal seperti anak seusianya kerap terbesit dalam bayangannya. 

Halaman
123
Penulis: Rizki Amana
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved