Kriminalitas

Garang Waktu Tikam Plt Kadis Parekraf DKI, Pelaku Ngaku Menyesal dan Khilaf Ketika Ditangkap Polisi

Usai Tusuk Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya, Pelaku Penusukan Ngaku Menyesal dan Khilaf

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dwi Rizki
warta kota/nur ichsan
Gumilar Ekalaya 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN - Rahmat Hidayat (43) pelaku penusukan Plt Kadis Parekraf DKI mengaku menyesal dan khilaf atas perbuatan. Ia mengaku hanya emosi karena status kontraknya tidak diperpanjang.

Hal ini diungkapkan Rahmat di Mapolres Jakarta Selatan. Dengan wajah tertunduk dengan kondisi tangan terbogol, ia mengakui kesalahan yang ia perbuat.

"Saya khilaf pak, saya nyesel pak," kata Rahmat di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021).

Dikatakan Rahmat kontraknya tidak diperpanjang sejak Januari 2021 lalu.

Ia pun mencoba menanyakan mengenai alasan terkait tidak diperpanjang kontraknya tersebut.

"Saya sudah tiga kali menanyakan. Saya kan ditugaskan di wilayah di dinas Pariwisata, saya tanya ke Pariwisata katanya saya suruh tanya ke Dinas Kebudayaan," kata Rahmat.

Rahmat mengaku sempat ke Dinas Kebudayaan namun ia juga sempat dilimpahkan ke Dinas Parekraf.

Ia juga menyesalkan pihak Dinas Kebudayaan yang melakukan penilai rendah terhadap dirinya.

Padahal, sejauh ini pihak Dinas tidak pernah datang ke wilayah untuk melakukan penilai kinerja.

Waduh, Sebelum Tikam Gumilar Ekalaya, Pelaku Sempat Ancam Pegawai Dinas Parekraf DKI Jakarta

Sementara hasil kinerja yang ia terima tidak memuaskan, dan berakhir tidak diperpanjangnya kontrak yang ia jalani selama 8 tahun.

"Saya juga binggung itu hasil dari mana. Makannya saya pertanyakan juga," ujarnya.

Emosi Kontrak Kerja Tak Diperpanjang, Pelaku Nekat Tikam Plt Dinas Parekraf DKI Jakarta

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah mengatakan motif pelaku melakukan penusukan terhadap seorang pegawai Kepala Dinas lantaran emosi ketika menanyakan status kerjanya yang tidak diperpanjang kontrak.

"Ketika bertemu ada sedikit pembicaraan yang membuat tersangka tersebut emosi, sehingga kemudian melukai plt kepala Dinas Parekraf dengan cara menusukan sebilah belati mengenai paha," kata Aziz di Mapolres Jakarta Selatan.

Dikatakan Aziz, pelaku sudah bekerja selama 8 tahun di Dinas Kebudayaan sebagai petugas keamanan, hanya saja tahun ini kontraknya tidak diperpanjang.

Atas hal itu, pelaku pun mencoba menanyakan langsung ke Kepala Dinas Parekraf DKI.

Viral di Media Sosial, Polisi Dalami Kasus Video Syur Mirip Gabriella Larasati

Niat pelaku sebetulnya ingin tahu mengenai status kontraknya yang tidak diperpanjang itu, hanya saja jawaban yang ia terima tidak sesuai apa yang ia harapkan, sehingga pelaku pun emosi.

"Pelaku bermaksud untuk mengkonformasi kepada kepala langsung, tapi kepala menyampaikan normatif apa adanya bahwa pelaku ini adalah pegawai yang diangkat kontrak di dinas Kebudayaan, sehingga silahkan bertanya di dinas Kebudayaan," katanya.

Ketidak puasan pelaku atas jawaban yang ia terima, kemudian pelaku pun langsung mengambil sebilah belati langsung menusuk paha Plt Kadis Parekraf DKI, hingga mengalami luka dibagian paha, kini korban pun masih dalam perawatan di rumah sakit.

"Kondisi korban dalam keadaan baik, stabil namun dalam proses perawatan Karena di bagian paha kiri untuk korban pertama, itu luka sedalam 4 cm," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved