Jiwasraya Gagal Bayar

Boyamin Saiman Minta Kejaksaan Jerat Agen-agen Nakal Jiwasraya, Dapat Fee Besar Tak Wajar

Boyamin menjelaskan, dari praktik pejabat lama Jiwasraya tersebut, perusahaan harus mengalami kerugian hingga Rp 50 miliar.

Editor: Yaspen Martinus
Kontan
Penegak hukum diminta segera menindak agen nakal Jiwasraya, yang diduga turut menyebabkan perusahaan merugi Rp 38 triliun hingga 2020. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Teka-teki penyebab kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kembali terkuak.

Selain praktik korupsi yang dilakukan manajemen lama bersama sejumlah pelaku pasar modal, agen nakal diduga turut merugikan Jiwasraya, hingga akhirnya merugi dan mengalami gagal bayar.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, sudah seharusnya pihak penegak hukum segera menindak agen nakal Jiwasraya, yang diduga turut menyebabkan perusahaan merugi hingga Rp 38 triliun hingga 2020.

KNKT Pastikan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Tak Lewati Area Awan Hujan Saat Terbang

"Saya sudah laporkan permainan agen nakal."

"Di antaranya ada oknum pejabat Jiwasraya saat itu yang merangkap sebagai agen," ujar Boyamin, Kamis (11/2/2021).

Boyamin menjelaskan, dari praktik pejabat lama Jiwasraya tersebut, perusahaan harus mengalami kerugian hingga Rp 50 miliar.

Mantan Ketum FPI Shabri Lubis Juga Dijerat Pasal Penghasutan, Kata Bareskrim Sesuai Petunjuk JPU

Yang menarik, kata Boyamin, praktik ini merupakan bagian kecil dari sejumlah praktik yang selama ini terjadi, saat kepemimpinan manajemen lama pada 2008-2018.

Boyamin juga turut menyoroti adanya pemberian fee yang sangat besar kepada agen korporasi dan ritel di luar angka kewajaran.

Fee yang besar tersebut diberikan secara berkala dan berkelanjutan, saat nasabah membayar premi ke Jiwasraya.

Setelah 20 Kapal, Kejaksaan Agung Juga Sita Mobil Ferrari Berlinetta Milik Heru Hidayat

"Praktik semacam ini harus dibongkar, agar kita tahu penyebab dan siapa yang menyebabkan Jiwasraya mengalami kerugian."

"Jangan sampai agen-agen yang bermasalah malah berlindung di nasabah dan seolah-olah membela nasabah," tuturnya.

Oleh karena itu, Boyamin pun meminta jajaran Kejaksaan Agung memeriksa pejabat lama Jiwasraya, dan agen-agen nakal yang selama ini merugikan perusahaan.

Jokowi Perintahkan Pemda Jangan Cuma Suruh Masyarakat Pakai, tapi Juga Bagikan Masker

Sebab, bukan tidak mungkin terdapat permainan di antara manajemen lama dan agen-agen nakal, hingga akhirnya perusahaan tidak mampu membayar kewajiban polis kepada nasabah.

"Kita harus mengapresiasi kinerja Kejagung yang hingga saat ini sudah berhasil menyeret pelaku ke pengadilan dengan vonis seumur hidup."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved