Viral Medsos

Viral Aisha Weddings Promosikan Pernikahan Usia Anak, Siri, dan Poligami, Ini Faktanya

Berbagai lembaga mulai dari KPAI, Menteri PPPA, politikus, hingga kepolisian untuk bereaksi atas penyelenggaraan yang dilakukan Aisha Weddings  itu.

Editor: Mohamad Yusuf
Via Kompas.tv
Berbagai lembaga mulai dari KPAI, Menteri PPPA, politikus, hingga kepolisian turut bereaksi atas penawaran yang dilakukan Aisha Weddings, pernikahan usia anak. 

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Maman Imanulhaq memberikan tanggapan terkait promosi nikah muda yang difasilitasi Aisha Weddings.

Menurut Kang Maman, begitu ia akrab disapa promosi Aisha Weddings melanggar aturan batas pernikahan seorang warga negara Indonesia.

"Kalau ada wedding organizer yang justru melanggar undang-undang yang diatur dan disepakati oleh negara, ini sebuah pelanggaran. Kita menginginkan siapa pun mereka untuk taat kepada aturan," kata Kang Maman kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Maman berharap warga tak tertarik pada promosi yang dilakukan Aisha Weddings.

Menurutnya, usia matang pernikahan telah diatur oleh negara.

"Saya berharap pernikahan muda itu betul-betul dihindari, apalagi usia muda 12 tahun. Kita tahu usia yang diatur di peraturan hari ini justru menentukan di usai tingkat kematangan perempuan itu sudah teruji," katanya.

Lebih lanjut, Kang Maman tak ingin generasi muda lahir dari orang tua yang belum siap.

Dia menilai pernikahan yang matang merupakan fondasi dari peradaban masa depan.

"Kita nggak mau generasi muda rapuh, bila orang tuanya pun lemah dan rapuh, kepentingan inilah tujuan beragama, kita ingin agama menguatkan keturunan yang sehat, baik, kita ingin pernikahan itu menjadi dasar kekuatan sebuah masyarakat dan peradaban," katanya.

Diusut Polisi

Bareskrim Polri memastikan akan mendalami laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait event organizer Aisha Weddings ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak Mabes Polri.

"Masalah wedding organizer yang sekarang telah dilaporkan oleh KPAI ke Bareskrim Polri, tentunya Bareskrim Polri akan mendalami permasalahan ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Kantor Divisi Humas, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Polri, kata Rusdi, juga memastikan akan melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Sebaliknya, Polri berkomitmen untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved