Breaking News:

Soal Denda Selama PPKM Pusat yang Diikuti DKI, Ariza Sebut Denda Prokes Tetap Berlaku

Semuanya yang tidak mematuhi aturan dan prokes akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur di dalam Perda dan Pergub

TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DKI mengikuti pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pemerintah pusat. Namun demikian sanksi administratif dan pidana bagi pelanggar protokol kesehatan di Jakarta tetap berlakut.

Sebab DKI juga mengeluarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menginduk pada kebijakan PPKM pemerintah pusat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memgatakan, instrumen yang digunakan petugas untuk menjerat pelanggar adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah membuat regulasi turunannya sebagai tata laksana di lapangan, berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19.

DKI Tetap Melaksanakan Pengerjaan Normalisasi

Suaranya Disebut Seperti Lesti Kejora dan Wajah Mirip Cita Citata, Nada Destya: Aku Nggak Masalah

"Sesuai dengan Perda dan ketentuan yang ada tentu siapa saja yang melanggar protokol kesehatan, dia dapat sanksi apakah sanksi administrasi, kerja sosial, sanksi denda dan sanksi pidana," kata Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (9/2/2021) malam.

Kata dia, sanksi tersebut tidak hanya berlaku bagi kelompok masyarakat saja atau per orangan, tapi untuk kelompok usaha lainnya. Misal, pelaku usaha hotel, mal, kafe, restoran dan sebagainya.

"Semuanya yang tidak mematuhi aturan dan prokes akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur di dalam Perda dan Pergub," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ariza mengingatkan masyarakat untuk patuh terhadap prokes dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangam sesering mungkin. Ariza menyebut, regulasi yang dibuat pemerintah hanya mampu berkontribusi sebesar 20 persen dalam menekan penyebaran Covid-19.

Sementara 80 persen berada pada kesadaran masyarakat untuk mematuhi prokes dan 3M. Apalagi kasus Covid-19 di Jakarta masih tinggi, hingga kasusnya sempat menembus hingga 4.000 lebih per hari.

"Sedapat mungkin masyarakat tetap di rumah, kecuali ada keperluan mendesak dan tetap patuhi 3M saat keluar rumah," jelas Ariza.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved