Breaking News:

Pembunuhan

Sadis, Ibu Bunuh Bayinya yang Berusia 9 Bulan karena Terbuai Bujukan Manis Selingkuhan

Seorang ibu bunuh bayinya berusia 9 bulan bikin geger warga di Telukbetung, Bandar Lampung. Apalagi ia melakukan itu karena bujukan selingkuhan

Editor: Wito Karyono
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Wanita berinisial AO saat dihadirkan dalam ekspos perkara di Mapolsek Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Selasa (9/2/2021). AO diduga bunuh bayinya berusia sembilan bulan karena bujukan selingkuhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDARLAMPUNG -- Seorang ibu bunuh bayinya berusia 9 bulan bikin geger warga di Telukbetung, Bandar Lampung.

Gara-garanya sepele, hanya karena sang bayi dari suami sahnya dituding mirip dengan selingkuhan.

Lalu sang ibu berinisial AO (35) itu kemudian mau dibujuk sang selingkuhan berinisial MA (40) untuk membunuh bayi tak berdosa tersebut.

Pembunuhan Sekeluarga di Rembang, Pakai Benda Tumpul Saat Tidur, Tak Ada Barang Hilang, Ada Dendam?

Setelah Cerai dari Rio Reifan, Henny Mona Ingin Gugat Rumah Bersama yang Dibelinya Rp 1,5 Miliar

Kepafa polisi AO bilang tega melakukan itu karena dijanjikan hidup lebih baik bersama MA.

Kasus tersebut terbongkar setelah jajaran Polsek Telukbetung Selatan mengamankan dan menetapkan status tersangka kepada dua pelaku pembunuhan bayi sembilan bulan itu.

Keduanya yakni MA dan AO, warga Jalan Basuki Rahmat, Gang Masjid Nawawi, Talang, Telukbetung Selatan.

Kenaikan Harga Bawang Putih Mencemaskan Pedagang, Asosiasi Dorong Penerbitan RIPH dan SPI

Ibu kandung korban, AO mengaku, terbujuk rayu manis selingkuhannya karena MA menjanjikan hidupnya akan lebih sukses dan akan menikahi AO, setelah bayi tersebut meninggal dunia.

Proses pembunuhan bayi sembilan bulan tersebut dilakukan di rumah kontrakan milik rekan MA di Jalan Cendana II, Bumi Waras, Bandar Lampung.

Di lokasi tersebut, AO ikut membantu memegangi korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved