Breaking News:

Berita Depok

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Kenaikan NJOP Sebesar 30 Persen Ditunda BKD Kota Depok

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Kenaikan NJOP Sebesar 30 Persen Ditunda BKD Kota Depok. Simak Selengkapnya

shutterstock
ILUSTRASI hunian 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Belum usainya pandemi Covid-19 membuat Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok memutuskan untuk menunda nilai jual objek pajak (NJOP).

Kepala BKD Kota Depok Nina Suzana mengatakan, seharusnya kenaikan telah dilakukan sejak tahun lalu sebesar 30 persen.

“Ya, kami menunda kenaikan NJOP karena masih Pandemi. Keputusan ini dilakukan sebagai upaya meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” kata Nina saat dikonfirmasi pada Rabu (10/2/2021).

Keputusan tersebut dikatakan Nina sesuai dengan peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor 3 Tahun 2021 tentang perubahan ketiga atas peraturan Wali Kota Depom Nomor 21 tahun 2020 mengenai fasilitas pajak daerah berupa penghapusan sanksi administratif pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan dalam masa penanganan Covid-19.

Normalisasi Garapan Ahok Dihapus Dalam RPJMD 2017-2022, Wagub DKI: Mengakomodir Masukan Semua Pihak

"Kebijakan ini berlaku bagi semua Wajib Pajak (WP) yang telah memiliki Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun 2019,"

"Sementara, SPPT yang diterbitkan tahun 2020 dan 2021 tidak mendapatkan potongan biaya. Artinya mengikuti nilai NJOP yang baru," akunya.

Gercep Pemulihan Pasca Banjir, Isnawa Adji Rebut Wiper Lantai Bersihkan Lumpur di Rawajati

Dengan adanya beberapa program pengurangan dan penghapusan denda ini, Nina berhatap WP bisa taat dan membayarkan kewajiban tersebut sebelum jatuh tempo pada Agustus nanti.

"Berbagai keringanan sudah kami berikan. Tinggal masyarakat yang bijak dalam membayar pajak," akunya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved