Breaking News:

Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

KSPI Tak Terima Alasan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan karena Risiko Bisnis, Minta DPR Bentuk Pansus

Said pun mempertanyakan Kejaksaan Agung yang belum menerapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Kejaksaan Agung menduga ada tindak pidana korupsi yang terjadi di tubuh PT Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, terkait pengelolaan dana investasi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut ada dugaan megakorupsi sebesar Rp 43 triliun, akibat salah pengelolaan keuangan dan investasi di BPJS Ketenagakerjaaan.

"Yang ditemukan dari dugaan ini, dijelaskan Kejaksaan Agung dan info berbagai pihak."

"Bahwa ada dugaan potensi salah pengelolaan keuangan dan investasi," ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Bakal Genjot 3T Seperti di India, Menteri Kesehatan Minta Jokowi Tak Panik Jika Kasus Covid-19 Naik

Menurutnya, dugaan korupsi terjadi pada penempatan investasi di reksadana dan saham yang tidak dilakukan secara hati-hati, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.

"Kami tidak mau nanti ujung-ujungnya setelah penyidikan maupun penyelidikan, ini akibat risiko bisnis."

"Kami tidak sepakat dengan alasan itu, fluktuatif mekanisme pasar dijadikan alat membenarkam kerugian investasi."

UPDATE Vaksinasi Covid-19 Indonesia 9 Februari 2021: 845.407 Dosis Pertama, 221.453 Suntikan Kedua

"Ketika menempatkan investasi kan bisa dilihat bluechip mana, kecuali ada konstraksi ekonomi kami bisa paham."

"Memang ada Covid-19, resesi ekonomi, tapi kan IHSH relatif terjaga," sambungnya.

Said pun mempertanyakan Kejaksaan Agung yang belum menerapkan tersangka dalam kasus tersebut.

UPDATE Covid-19 Indonesia 9 Februari 2021: Pasien Baru Tambah 8.700, 10.424 Sembuh, 213 Orang Wafat

Padahal, sudah dilakukan pemeriksaan pihak BPJS Ketenagakerjaan dan 18 perusahaan pengelola investasi dana milik BPJS Ketenagakerjaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved