Breaking News:

Berita Ekonomi

Kenaikan Harga Bawang Putih Mencemaskan Pedagang, Asosiasi Dorong Penerbitan RIPH dan SPI

Kenaikan harga bawang putih setiap awal tahun dikarenakan harga beli dari importir yang mahal

Editor: Feryanto Hadi
Pexel.com
ilustrasi Bawang putih 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Hampir setiap awal tahun terjadi pergolakan harga bawang putih.

Tidak terkecuali di tahun 2021 ini, dimana terjadi kenaikan harga bawang putih di pasaran.

Meskipun sebelumnya diklaim oleh Ketua Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo), Valentino, bahwa stok bawang putih sampai Maret tetap aman karena stok masih ada 175.000 ton.

Menanggapi kenaikan harga yang selalu berulang di Februari sampai April, Valentino menganggap hal tersebut sudah menjadi fenomena yang biasa terjadi.

Ia mengungkapkan, untuk mencegah harga makin melambung tinggi, pihaknya mengusulkan supaya ada transparansi dalam hal penerbitan RIPH dan SPI.

Harga di Pasaran Tidak Stabil, KPPU Diminta Lebih Tegas Atasi Polemik Impor Bawang Putih

"Kalaupun terjadi kenaikan harga biasanya yang mempermainkan adalah dari pihak distributor dan pedagang. Kalau sampai Maret SPI belum keluar biasanya mereka itu menaikkan harga. Jadi kalau SPI keluar cepat tidak ada puter jalur bagi distributor dan pedagang untuk naikkan harga," kata Valentino melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Sementara Umar Anshori, ketua Forum Komunikasi Pengusaha dan Pedagang Pangan saat dikonfirmasi media membantah tudingan bahwa distributor yang manaikkan harga.

Ia menyebut, kenaikan harga bawang putih setiap awal tahun dikarenakan harga beli dari importir yang mahal, sehingga pedagang menjual ke konsumen akhir dengan harga mahal juga.

"Selama ini yang selalu tertuduh dan dijadikan kambing hitam kan pedagang jika harga bawang putih naik. Bahkan pedagang yang sering kena razia satgas pangan. Padahal ketika barang tidak ada, pedagang rela antri dari subuh untuk mendapatkan bawang putih, itupun jumlahnya dibatasi hanya satu sampai dua sak per orang, seperti kejadian tahun lalu, jelas Umar kepada media di Jakarta.

Satgas Pangan Mabes Polri Masih Melakukan Pemantauan Antisipasi Penimbunan Kedelai

Suara senada disampaikan juga oleh Wandi salah seorang pedagang bawang putih.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved