Breaking News:

Sejarah

Jadi Ramai Soal Jalan Anyer-Panarukan Dibangun Bukan dengan Kerja Paksa, Yuk Lihat Sejarah Daendels

Jadi Ramai Soal Jalan Anyer-Panarukan Dibangun Bukan dengan Kerja Paksa, Yuk Lihat Sejarah Daendels. Simak selengkapnya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Kompas.com/Silvita Agmasari
Gedung Departemen Keuangan peninggalan Gubernur Jenderal Daendels, di depan Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat. 

Ia datang ke Asia atas perintah Louis Bonaparte yang pada waktu itu merupakan Raja Belanda. 

Pelantikannya dilakukan pada 28 Januari 1807 dengan dua tugas pokok, yaitu mempertahankan Pulau Jawa dan membenahi sistem administrasi.

Saat itu, Belanda tengah memperkuat pertahanan di Jawa sebagai basis militer Perancis untuk melawan pasukan Inggris di kawasan Samudra Hindia.

Ia mulai memerintah pada 1808, dan menjabat selama tiga tahun hingga 1811.

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Rabu 10 Februari 2021, Simak Juga Lokasi Samsat Keliling dan Gerai SIM

Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di Pulau Jawa, Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer di Ujung Barat Jawa Barat ke Panarukan di Ujung Timur Jawa Timur (kira-kira 1000 km).

Diberitakan Skola Kompas.com, berikut kebijakan Daendels dalam bidang politik dan pemerintahan:

Membatasi pengaruh kekuasaan kerajaan-kerajaan tradisional Indonesia terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat M

menmbagi pulau Jawa menjadi 23 karisidenan

Kedudukan Bupati sebagai penguasa tradisional daerah diubah menjadi pegawai dibawah pemerintah kolonial

Membagai wilayah Jawa bagian timur menjadi 5 prefektur (setingkat provinsi) yaitu Surabaya, Sumenep, Rembang, Pasuruan, Gresik

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved