Breaking News:

Sejarah

Jadi Ramai Soal Jalan Anyer-Panarukan Dibangun Bukan dengan Kerja Paksa, Yuk Lihat Sejarah Daendels

Jadi Ramai Soal Jalan Anyer-Panarukan Dibangun Bukan dengan Kerja Paksa, Yuk Lihat Sejarah Daendels. Simak selengkapnya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Kompas.com/Silvita Agmasari
Gedung Departemen Keuangan peninggalan Gubernur Jenderal Daendels, di depan Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bertahun-tahun anak Indonesia diajarkan sejarah bahwa Jalan Anyer-Panarukan dibangun dengan cara kerja paksa alias tanpa upah. 

Namun, kini muncul perdebatan menyangkut Jalan Daendels itu dibangun lewat cara kerja paksa atau tidak. 

Hal itu menjadi ramai dibawah setelah twitter Teddy Septiansyah @Teddyslfc mempertanyakan mengenai sejarah jalan raya anyer-panarukan tersebut. 

Lalu akun twitter @mazzini_gsp memberi tanggapan bahwa memang betul jalan anyer-panarukan dibangun bukan dengan kerja paksa. 

Ini Alasan Kejari Kota Bogor Hentikan Penuntutan Kasus Dugaan Tindak Pidana ITE Ustaz Maaher

Daendels disebut sudah memberikan uang sebanyak 30 ribu ringgit lebih untuk gaji dan konsumsi serta prara pekerja

Uang itu diberikan kepada para bupati. 

Namun, dari bupati inilah yang kemudian uangnnya tidak sampai sehingga akhirnya jadi disebut kerja paksa. 

Sampai saat ini belum jelas apakah ini benar atau tidak. 

Tapi jika benar, maka Daendels boleh dibilang merupakan korban hoax jaman kuno. 

Sementara itu, dilansir dari kompas.com, Herman Willem Daendels adalah gubernur jenderal kolonial pertama di Batavia. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved