PPKM Mikro

Airin Rachmi Diany Siap Berlakukan PPKM Mikro agar Tangsel Keluar dari Zona Merah Covid-19

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengatakan saat ini pihaknya sudah bersiap untuk memberlakukan PPKM mikro.

Editor: Valentino Verry
Humas Kominfo Kota Tangsel
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengatakan saat ini pihaknya sudah bersiap untuk memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL - Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengatakan saat ini pihaknya sudah bersiap untuk memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro.

Hal itu dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus corona yang tak kunjung mereda.

Airin pun akan segera menerbitkan peraturan daerah tersebut untuk diteruskan oleh pihak-pihak yang akan terlibat dalam PPKM Mikro.

”Kami sudah berkoordinasi dengan dinas dan pihak terkait untuk penanganan Covid-19. Salah satu bentuk tindaklanjut adalah menerbitkan peraturan di tingkat daerah,” kata Airin, Rabu (10/2/2021).

Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 belum menunjukkan angka penurunan yang signifikan di Kota Tangerang Selatan.

Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga PPKM diberlakukan, jumlah kasus positif dan kematian akibat Covid-19 tak kunjung mengalami penurunan signifikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Airin siap menerapkan PPKM berbasis mikro di tingkat Kelurahan dan Kecamatan.

PPKM mikro diberlakukan berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro.

Adapun PPKM mikro akan mengakselerasi peran pemerintah daerah dan tingkat RT-RW untuk turut andil mengendalikan penurunan kasus positif Covid-19.

Nantinya, PPKM mikro di Tangsel akan menguatkan peran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 berdasarkan tingkatan wilayah.

Pengiatan peran Satgas Covid-19 akan berfokus di tingkat kecamatan, kelurahan dan RT-RW.

“Pemerintah Kota Tangsel akan mengkaji juga soal penganggaran dan mekanisme kerja Satgas Covid-19 dalam POKM Mikro,” ujarya.

“Selain itu, kami juga membentuk mekanisme pendistribusian bantuan sosial kepada mereka yang terdampak penerapan PPKM berbasis mikro," jelas Airin.

Pemkot Tangsel memastikan PPKM mikro akan berjalan sesuai arahan dan instruksi yang dikeluarkan Kemendagri. Salah satunya adalah aturan untuk membatasi orang yang berkumpul tidak lebih dari tiga orang.

Kemudian, Airin juga akan menggiatkan penegakkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di wilayahnya

“Kita akan batasi jumlah perkumpulan orang. Selain itu, Satgas akan menggiatkan kembali penegakkan protokol kesehatan di wilayah RT/RW. Bagi para pelanggar akan kami beri sanksi yang lebih berat,” Tegasnya.

Sejak PPKM diberlakukan di Tangsel pada Januari lalu, peningkatan kasus baru positif dan kasus aktif periode 25 hingga 7 Februari mengalami penurunan.

Hal itu juga berdampak pada meningkatnya angka kesembuhan Covid-19 di wilayah Tangsel. Berdasarkan kumulatif insiden kasus baru, angka positif Covid-19 menunjukkan penurunan dan tingkat kepatuhan terhadap terhadap protokol kesehatan naik sebesar 80 persen.

”Persentasenya, untuk angka kematian turun menjadi 4,68 persen. Angka tersebut cenderung menurun secara signifikan dari periode 11 sampai 17 Januari sebesar 5,1 persen. Sementara angka kesembuhan juga meningkat dalam dua minggu terakhir,” papar Airin.(Fandi Permana)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved