Breaking News:

Jokowi Minta Warga Aktif Kritik Pemerintah, Tokoh NU Gus Umar: UU ITE Menanti Para Pengkritik Pak

Gus Umar pun menyebut bahwa kritikan terhadap pemerintah adalah sia-sia. Pasalnya terdapat pasukan khusus cyber yang siap melaporkan ke polisi.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Mohamad Yusuf
HO Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Climate Adaptation Summit (KTT CAS) 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (25/1/2021). Gus Umar pun menyebut bahwa kritikan terhadap pemerintah adalah sia-sia. Pasalnya terdapat pasukan khusus cyber yang siap melaporkan ke polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan atau Gus Umar menyebut ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengkritik pemerintah, tak sejalan dengan kondisi saat ini.

Di mana menurut Gus Umar, kerap pengkritik justru dijerat dengan UU ITE.

"UU ITE menanti para pengkritik pak," tulis Gus Umar dalam akun Twitter-nya @UmarHasibuan__ pada Selasa (9/2/2021).

Gus Umar pun meminta agar Jokowi menertibkan dahulu pada buzzer.

Agar nantinya tidak ada lagi pelaporan terkait UU ITE.

Baca juga: Mau Rapid Test Swab Antigen Gratis? Bisa Datang ke Seluruh Polsek di Jakarta Setiap Senin dan Kamis

Baca juga: Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Covid-19 Tertinggi, Sunter Jaya Urutan Pertama,270 kasus

Baca juga: Sandiaga Uno Usulkan Program Pinjaman Lunak Rp9,9 Triliun untuk Bangkitkan Pariwisata di Bali

"Tertibkan dulu buzzernya pak @jokowi. Baru bicara pemerintah butuh kritik. Gimana orang mau berani kritik anda jika pada akhirnya buzzer lapor kepolisi," katanya.

"Bapak suruh rakyat kritik terus jika ada orang yang kritik bapak, dicari kesalahannya lalu dilaporkan kepolisi. Ketika yang kritik bapak ditangkap polisi bapak diam dengan alasan saya gak berhak intervensi hukum. Kalau begini siapa yang berani kritik anda pak?" tambahnya.

Gus Umar pun menyebut bahwa kritikan terhadap pemerintah adalah sia-sia. 

Pasalnya terdapat pasukan khusus cyber yang siap melaporkan ke polisi.

"Coba bapak tanya kanan kiri. Ada tuh pendukung bapak yang kerjanya spesialis laporin orang kepolisi cyber crime dgn alasan Hate speech. Jadi anjuran untuk kritik pemerintah bagi saya sia-sia karena ada pasukan khusus cyber pendukung anda yang siap siaga laporin orang kepolisi," tulisnya.

"Jagankan saya, sekelas Kwik Kian Gie saja takut kritik pemerintah. Atau bgni saja pak @jokowi biar rakyat mau kritik pemerintah. Buat Juklak dan Juknis cara kritik pemerintah biar orang nggak dilaporkan kepolisi," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved