Dramatis, Video Detik-detik, Jenazah Nenek Meninggal saat Banjir Cikarang, Dibawa Pakai Perahu Karet

Camat Cikarang Timur Ropi mengatakan, keranda mayat diangkut perahu lantaran tidak ada akses lain untuk melewati banjir.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Jenazah Racin (65) nenek korban banjir di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi dibawa dengan keranda menggunakan perahu karet, pada Selasa (9/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Racin (65) nenek korban banjir setinggi 1 meter di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi meninggal, pada Selasa (9/2/2021).

Ketika hendak dimakamkan, jenazah nenek itu terpaksa dievekuasi oleh warga bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Bekasi dan pihak Kecamatan Cikarang Timur, menggunakan perahu karet.

Hal itu karena akses jalan terhambat banjir, sehingga terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet.

Baca juga: Mau Rapid Test Swab Antigen Gratis? Bisa Datang ke Seluruh Polsek di Jakarta Setiap Senin dan Kamis

Baca juga: Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Covid-19 Tertinggi, Sunter Jaya Urutan Pertama,270 kasus

Baca juga: Sandiaga Uno Usulkan Program Pinjaman Lunak Rp9,9 Triliun untuk Bangkitkan Pariwisata di Bali

Detik-detik proses evakuasi itu juga diunggah melalui akun intagram Kecamatan Cikarang Timur.

Terlihat sejumlah warga bersama petugas mengangkut jenazah dengan keranda yang dinaikkan ke atas perahu karet.

Setelah menuju ke lokasi yang tidak banjir, sudah ada mobil ambulan dipersiapkan untuk membawa jenazah itu.

Camat Cikarang Timur Ropi mengatakan, keranda mayat diangkut perahu lantaran tidak ada akses lain untuk melewati banjir.

Keranda mayat diangkut perahu karet milik BPBD Kabupaten Bekasi.

“Jadi ada warga kita yang meninggal karena sakit paru-paru usianya 65 tahun, karena situasinya banjir jadi evakuasi korban tidak mungkin jalan kaki, jadi kita berinisiatif pakai perahu pakai BPBD,” kata Ropi saat dihubungi, pada Selasa (9/2/2021).

Dia menjelaskan, banjir di wilayahnya sudah berangsur surut.

Proses pengurusan jenazah mulai memandikan serta menyolatkan juga dilakukan di lokasi yang tidak terdampak banjir.

Akan tetapi untuk proses pemakaman yang cukup jauh, serta akses yang masih tergenang banjir.

“Jadi itu hanya tinggal dimakamkan saja, jaraknya cukup jauh mungkin sekitar 500 sampai 700 meter. Kalau pakai keranda kita jalan kaki khawatir jatuh kan ya, maka pakai perahu," ujarnya.

Baca juga: Besaran Gaji dan Tunjangan Bagi Anda yang Lolos Seleksi CPNS 2021 dan PPPK

Baca juga: Disebut Terlibat Rencana Kudeta Partai Demokrat, Ini Profil Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan

Baca juga: Nekat, Mau Dihentikan, Mobil Angkot ELF Ugal-ugalan ini Justru Tabrak Polisi hingga Terperosok

Setelah dievakuasi, jenazah Racin dimakamkan di tempat pemakaman Cipayung.

Ropi mengatakan, sebelum banjir merendam wilayahnya, Racin memang telah mengidap sakit paru-paru.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved