Berita Jakarta

Berkaca Kasus Jiwasraya YLKI Minta OJK Lakukan Penertiban dan Penataan Agen Asuransi

Berkaca kasus Jiwasraya YLKI minta OJK lakukan penertiban dan penataan agen asuransi.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Berkaca kasus Jiwasraya YLKI minta OJK lakukan penertiban dan penataan agen asuransi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berkaca kasus Jiwasraya YLKI meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penertiban dan penataan agen asuransi.

Koordinator Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI ), Sularsi,  mengatakan, dalam kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero), aparat penegak hukum bisa memanggil agen asuransi untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.

Sebab,  banyak nasabah yang merasa ditipu oleh agen asurasi dengan menyampaikan informasi yang palsu atau tidak benar saat penawaran asuransi berlangsung.

Bahkan saat gagal bayar terjadi, banyak agen asuransi terkait yang tidak lagi bisa dihubungi oleh nasabah.

"Tentu agen asuransi bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum, karena bisa jadi agen asuransi memberi informasi palsu kepada nasabah sehingga banyak nasabah yang merasa tertipu," kata Sularsi saat dihubungi  Selasa (9/2/2021).

Menurut Sularsi, secara umum, banyak modus penipuan yang dilakukan oleh agen asuransi, diantaranya melakukan penawaran via telpon lalu datanya diisi sendiri oleh oknum agen asurasi.

Dengan iming-iming keuntungan investasi dan tanpa disertai informasi yang utuh.

Berikut Syarat ke Luar Kota Pakai Mobil Pribadi Saat PPKM Mikro Diberlakukan Hingga 22 Februari 2021

Alhasil dikemudian hari banyak nasabah yang mengalami kerugian dan merasa tertipu.

"Ada juga penawarannya melalui telopon yang pihak nasabah tidak tahun ditel isi polisnya. Kadang  konsumen tidak ada polis, tapi disuruh membayar," ujar Sularsi.

"Kemudian sudah punya asuransi satu, selang beberapa waktu ditawar lagi untuk beli asuransi lebih dari satu, lalu rekeningnya terpotong otomatis," tambahnya. 

Tiga Manfaat Suplemen yang Mengandung Echinacea Purpurea untuk Mencegah Covid-19

Di sisi lain, Sularsi juga meminta lembaga keuangan, terutama lembaga asurasi serta lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar melakukan penertiban dan penataan standar kerja agen asurasi.

Hal ini dirasa penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada konsumen.

"Persolan agen asuransi nakal ini perlu diperhatikan oleh lembaga keuanga," tuturnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved