Breaking News:

Rekening FPI

Bareskrim Polri Belum Dapat Simpulkan Hasil Pendalaman 92 Rekening FPI

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, mengatakan Polri belum dapat menyimpulkan ada atau tidak perbuatan pidana dari 92 rekening FPI.

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan sampai saat ini, Bareskrim Polri belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya perbuatan pidana, setelah mendalami sebanyak 92 rekening yang dianggap terkait dan milik Front Pembela Islam (FPI). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, mengatakan sampai saat ini Bareskrim Polri belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya perbuatan pidana, setelah mendalami 92 rekening yang dianggap terkait dan milik Front Pembela Islam (FPI). Bahkan gelar perkara dalam kasus ini pun sudah dilakukan.

"Karenanya soal rekening ini masih didalami Bareskrim dan masih terus berkordinasi dengan PPATK. Jadi penyidik belum dapat kesimpulan dan menyimpulkan, terhadap pendalaman 92 rekening tersebut," kata Rusdi, Selasa (9/2/2021).

Sebelumnya Rusdi mengatakan Bareskrim Polri bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan melawan hukum atas aktivitas 92 rekening yang dianggap terkait dan milik FPI.

Gelar perkara juga melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dalam gelar kasus tersebut, katanya kepolisian ingin mencari tahu segala kemungkinan dugaan melawan hukum atas transaksi dari 92 rekening tersebut.

"Tentunya hasil analisis PPATK akan menjadi masukan Bareskrim untuk menindaklanjuti ada atau tidaknya tindak pidana dalam aliran dana organisasi FPI," kata Rusdi.

Ia menerangkan penyidik Bareskrim mengajak Densus 88, dengan alasan untuk mendalami segala kemungkinan yang terjadi, termasuk dugaan keterlibatan dana untuk aksi teror.

"Mengapa Densus 88 dilibatkan? Polri ingin melihat segala kemungkinan yang dikaitkan dengan transaksi dari rekening organisasi FPI," kata Rusdi.

Untuk diketahui, Densus 88 merupakan satuan khusus Polri yang dilatih untuk menanggulangi dan menangani ancaman tindak pidana terorisme.

Menurut Rusdi, gelar perkara ini adalah upaya untuk menyamakan persepsi antara Polri dengan temuan PPATK terkait dugaan perbuatan melawan hukum itu.

"Dalam rangka menyamakan persepi tentang laporan hasil analisis PPATK terhadap beberapa rekening yang terkait dengan FPI,” kata Rusdi.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved