Virus Corona

Bakal Genjot 3T Seperti di India, Menteri Kesehatan Minta Jokowi Tak Panik Jika Kasus Covid-19 Naik

Budi meminta Komisi IX DPR membantu pihaknya meredam kepanikan publik, apabila kasus Covid-19 mengalami kenaikan.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Kris
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Komisi IX DPR membantu pihaknya meredam kepanikan publik, apabila kasus Covid-19 mengalami kenaikan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku sudah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak panik, jika kasus Covid-19 naik.

Budi mengatakan, kenaikan kasus itu dikarenakan pemerintah akan menggenjot pelaksanaan 3T (Testing,Tracing, Treatment) dalam lingkup regional maupun nasional, seperti yang dilakukan India.

"Saya juga sudah ingatkan ke Bapak Presiden, ini terjadi di India."

Sosok King Maker Tak Terungkap Hingga Pinangki Divonis, MAKI Ancam Praperadilan Jika KPK Tak Bongkar

"Ini strategi di India, yang akan terjadi nanti jumlah kasus akan naik, karena akan lebih banyak yang terlihat."

"Saya bilang ke Presiden, saya juga ingin meng-update di forum terhormat ini, bapak ibu tak usah panik," ujar Budi, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (9/2/2021).

"Lebih banyak lihat riilnya seperti apa, sehingga strategi kita benar."

Natalius Pigai Bertemu Abu Janda, Ini yang Ia Bicarakan

"Daripada kita melihat seakan-akan hanya sedikit kita senang, padahal kenyataannya jauh lebih banyak, sehingga langkah kita salah," tuturnya.

Budi meminta Komisi IX DPR membantu pihaknya meredam kepanikan publik, apabila kasus Covid-19 mengalami kenaikan.

"Kalau ternyata naik, tolong dibantu meredam kepanikan, karena ini cara kita agar bisa mengidentifikasi secara benar orang terkena ada di mana," jelasnya.

Maheer At-Thuwailibi Meninggal di Rutan Bareskrim, Komnas HAM Bakal Minta Keterangan Polisi

Testing melalui swab antigen, kata Budi, dan tracing kasus Covid-19 kepada orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19, bakal digencarkan.

"Begitu ada kontak erat kita kasih target mereka (tracer) bisa enggak 15-30 orang dalam 2 minggu sebelumnya dia teridentifikasi, dalam 72 jam di-trace."

"Begitu sudah dapat, orang-orang ini harus segera dites."

Maheer At-Thuwailibi Meninggal, Rizieq Shihab Sangat Sedih

"Tesnya harus dengan tes antigen supaya cepat."

"Itu akan kita distribusikan ke puskesmas."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved