Penipuan di Bandara

Perias Wajah yang Menipu Sebagai Manajer Maskapai Citilink Terpapar Covid-19 Akibat Foya-foya

NAP (27), perias wajah yang mengaku sebagai manajer maskapai Citilink, mendapat tuah yang setimpal.

Editor: Valentino Verry
Tribun Jakarta
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho, di Mapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Senin (8/2/2021). Aparat Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengungkap penipuan yang dilakukan pria berinisial NAP (27) dengan mengaku sebagai manajer Maskapai Citilink. 

WARTAKOTALIVE.COM. TANGERANG - NAP (27), perias wajah yang mengaku sebagai manajer maskapai Citilink, mendapat tuah yang setimpal.

Setelah asyik menipu orang dan menghamburkan uang tersebut untuk foya-foya, kini NAP harus meringkuk di ranjang rumah sakit karena terpapar virus Covid-19.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kompol Alexander Yurikho, saat ini NAP menjalani isolasi di Rumah Sakit tingkat 1 Raden Sai Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Tersangka tidak dapat kami hadirkan pada saat diamankan. Kami menerapkan protokol Covid-19 dan ternyata yang bersangkutan, setelah swab antigen rapid antigen dan kemudian diteruskan PCR ternyata pelaku terkonfirmasi positif," ucapnya, Senin (8/2/2021).

Seperti diketahui, NAP ditangkap aparat Polresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) karena terbukti menipu enam orang dengan modus lowongan kerja di maskapai Citilink.

Pria yang berprofesi sebagai make-up artist atau perias wajah itu, mengaku sebagai manajer maskapai ternama itu.

NAP menjanjikan enam orang bekerja pada bagian front office dan counter check dengan syarat membayar Rp 15-20 juta, dengan dalih biaya seragam dan administrasi.

 
Berkat aksinya, NAP mendapat uang hingga Rp 100 juta dari enam korbannya.Penipuan itu terjadi pada November 2020. Para korban diyakinkan telah bekerja di Citilink dengan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Itu dibuktikan dengan mereka tergabung dalam grup WA di mana dibuatkan oleh tersangka sesosok bernama saudara C yang diceritakan bahwa C adalah salah satu manajer," ujar Yurikho.

Setelah dilaporkan salah satu korban, Neneng Mulyantiari (39) pada Senin (11/1/2021), NAP ditangkap dua hari berselang, Rabu (13/1/2021) di tempat kos Wisma Garuda, Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Yurikho mengatakan, NAP menggunakan uang hasil penipuan itu untuk berfoya-foya.

"Kerugiannya per orang mencapai 15-20 juta. Jadi kemungkinan dari enam korban Rp 90-Rp 100 juta. InsyaAllah uang ini akan kami cari pertanggungjawabannya untuk dari tersangka," ucap Yurikho.

"Yang pasti dari hasil rekening yang kami telusuri, rata-rata habis buat bersenang-senang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari," imbuhnya.

Asyik menghambur uang bersenang-senang sampai-sampai NAP terpapar Covid-19. Saat aparat menangkapnya, NAP terkonfirmasi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved