Breaking News:

Penjelasan Sekdes Desa Cidokom Rumpin Soal Dihentikannya Pesta Pernikahan Warganya

Penjelasan Sekdes Desa Cidokom Rumpin Soal Dihentikannya Pesta Pernikahan Warganya. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

YUDISTIRA WANNE
Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Cidokom, Rumpin, Kabupaten Bogor, Sahrudin angkat bicara terkait dihentikannya hiburan pesta pernikahan yang dilaksanakan di Kampung Parung Badak I. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Cidokom, Rumpin, Kabupaten Bogor, Sahrudin angkat bicara terkait dihentikannya hiburan pesta pernikahan yang dilaksanakan di Kampung Parung Badak I.

Sahrudin menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Desa telah memberikan sosialisasi terkait peraturan disaat pandemi Covid-19, termasuk tidak diperkenankannya hiburan pesta pernikahan.

Menurtnya, peraturan itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

Lebih lanjut, Sahrudin mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa tidak memberikan izin terkait hiburan pesta pernikahan di Kampung Parung Badak I.

Daftar Kewajiban Presiden Jokowi Usai Kalah Sidang PTUN Lawan Sitti KPAI Soal Hamil Saat Renang

"Sebenarnya tidak diizinkan oleh Pemerintah Desa. Tapi dia memaksakan hiburan jaipongan dan dangdut, langsung dibubarkan oleh Polsek dan Camat Rumpin," ujarnya.

Sementara itu, Sahrudin menambahkan bahwa warganya tersebut mengabaikan peringatan yang diberikan sehingga pada pelaksanaan hiburan pesta pernikahan terpaksa dihentikan.

"Tidak ada izin. Hajatan sebenarnya diizinkan karena undangan sudah tersebar. Tapi hiburannya tidak. Pihak yang melangsungkan resepsi tetap melaksanakan hiburan," tegasnya.

"Tadinya dilarang. Hajatan sebenarnya juga dilarang apalagi dengan hiburan. Tapi dia sudah mengantisipasi dengan menyediakan tempat cuci tangan, masker. Tapi, kan kalau hiburan itu dilarang saat ini. Maka dari itu kita koordinasi dengan Polsek dan Camat. Kemudian dihentikan hiburannya, hajatan tetap berlangsung," tambahnya.

Selain itu, Sahrudin meminta warganya dapat memaklumi terkait situasi dan kondisi yang terjadi, terlebih demi memutus rantai Covid-19.

"Kalau Pemerintah Desa sudah sosialisasi terkait pelarangan hajatan sementara waktu. Itu kita kan khawatir dampak penyebaran Covid 19, apalagi di Cidokom ini wilayah hijau," bebernya.

Hujan Intensitas Tinggi, 8 Kecamatan di Kabupaten Bogor Terdampak Bencana Alam

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved