Info Transjakarta

Kawasan Rendah Emisi Diterapkan di Sekitar Kota Tua, Transjakarta Lakukan Pengalihan di 2 Rute Ini

Pengalihan rute Transjakarta di Kawasan Kota Tua itu dilakukan karena diterapkannya sistem Low Emission Zone (LEZ) atau Kawasan Emisi Rendah.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Desy Selviany
Pengunjung Wisata Kota Tua sedang duduk-duduk di Taman Fatahillah, di depan Museum Jakarta, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (30/10/2020). Pengalihan rute Transjakarta di Kawasan Kota Tua itu dilakukan karena diterapkannya sistem Low Emission Zone (LEZ) atau Kawasan Rendah Emisi oleh Pemprov DKI. 

Sebelumnya, uji coba penerapan LEZ telah dilakukan pada 18 Desember 2020 pukul 09.00, hingga 23 Desember 2020.

Kebijakan LEZ diberlakukan di Kawasan Kota Tua karena lokasi ini merupakan objek revitalisasi kawasan besar dengan kunjungan pariwisata tinggi.

Menurut dia, lonsep penataan yang baik akan mendorong masyarakat semakin tertarik untuk mengunjungi Kawasan Kota Tua.

Selain itu, dengan tingginya aktivitas masyarakat di dalam Kawasan Kota Tua, maka jaminan penyediaan kualitas udara yang baik menjadi mandat yang perlu dilaksanakan pemerintah.

Kualitas udara yang baik juga ikut melindungi kondisi bangunan cagar budaya yang banyak terdapat di kawasan wisata Kota Tua.

Kebijakan ini merupakan kegiatan pembuka dan akan paralel dengan kegiatan lainnya, seperti kegiatan penataan kawasan Stasiun Jakarta Kota serta Pembangunan Jalur dan Stasiun MRT Jakarta.

Revitalisasi TIM Akan Buat Teater Outdoor, Ini Tujuannya

Vicky Prasetyo Kaget Dengar Pengakuan Saksi, Ada 2 Laki-laki Sering Menginap di Rumah Angel Lelga

Adapun pelaksanaan penataan Kawasan Wisata Kota Tua berdasarkan dua regulasi. Pertama, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas, kedua Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Kawasan Kota Tua.

“Kepada para pegawai yang berkantor di Kawasan Wisata Kota Tua dan masyarakat yang akan mengunjungi Kawasan Wisata Kota Tua dapat memanfaatkan layanan angkutan umum yang disediakan, seperti Commuter Line turun di Stasiun Jakarta Kota, Bus Transjakarta beserta feeder, atau kendaraan tidak bermotor seperti sepeda,” jelas Syafrin.

Sementara untuk pengguna kendaraan bermotor pribadi dapat memanfaatkan fasilitas parkir yang ada, yaitu area parkir Taman Kota Intan dan pelataran parkir Glodok.

Area parkir disediakan terbatas karena diharapkan masyarakat dapat beralih menggunakan angkutan umum yang telah disediakan.

Pengembangan Kota Tua

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan Low Emission Zone atau Kawasan Rendah Emisi di beberapa wilayah.

Salah satu yang akan diterapkan adalah Kawasan Kota Tua Jakarta Barat.

Di mana kendaraan pribadi akan dilarang melintas di Kawasan Kota Tua.

Informasi itu disampaikan melalui akun Instagram @aniesbaswedan pada Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat, Farah Puteri Nahlia, Anggota DPR Putri Kapolda Metro Jaya Fadil Imran

Baca juga: Tsamara PSI: Jangankan Dimusuhi Anggota DPRD DKI, Dimusuhi Satu Republik pun Kami Siap

Baca juga: Penembakan Laskar FPI Janggal, Fadli Zon: Dibuka Siapa Eksekutor Penembakan, Jangan Disembunyikan!

"Kawasan Wisata Kota Tua merupakan Kawasan Wisata Historis Kota Jakarta. Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan kegiatan penataan melalui berbagai program dan kegiatan Perangkat Daerah," tulis Anies. 

"Yaitu untuk dapat mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan wisata besar dan aktif baik pariwisata domestik maupun internasional," tambahnya.

Low Emission Zone atau Kawasan Rendah Emisi merupakan kawasan di mana akan diberlakukan pengurangan mobilitas di dalam kawasan dengan kendaraan pribadi dan angkutan barang.

Untuk menekan polusi udara yang diakibatkan oleh emisi kendaraan bermotor.

"Polusi udara selain berakibat buruk bagi kesehatan juga menimbulkan dampak terhadap penurunan kondisi kualitas bangunan cagar budaya di Kawasan Wisata Kota Tua," katanya.

Low Emission Zone atau Kawasan Rendah Emisi hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki, pesepeda, angkutan umum, dan kendaraan khusus yang sudah lulus uji emisi dan operasionalnya.

Di mana tidak dapat digantikan oleh layanan angkutan umum.

Penerapan Low Emission Zone atau Kawasan Rendah Emisi merupakan kegiatan pertama penataan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lainnya dalam rangka untuk mengembangkan Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta.

"Para pegawai yang berkantor dan para pengunjung dari dan menuju Kawasan Wisata Kotatua diarahkan menggunakan fasilitas layanan angkutan umum yang disediakan," katanya.

Untuk pengguna kendaraan pribadi disediakan area parkir di 2 lokasi yaitu di Area Parkir Taman Kota Intan dan Pelataran Parkir Glodok.

Dari lokasi tersebut para pegawai ataupun pengunjung dapat berjalan kaki atau memanfaatkan layanan shuttle bus yang disediakan untuk menuju Kawasan Wisata Kotatua.

Low Emission Zone/Kawasan Rendah Emisi meliputi Jalan Pintu Besar Utara-Jalan Kalibesar Barat-Jalan Kunir sisi selatan-Jalan Kemukus-Jalan Ketumbar-Jalan Lada. (Perhatikan Gambar).

Baca juga: Ketua DPRD DKI Berang, Ancam Laporkan Pembuat Soal Ujian Anies Diejek Mega ke Polda Metro

Baca juga: Tayangan ILC Dihentikan Tahun Depan, Fadli Zon: Kelihatannya Demokrasi Memang telah Dimatikan

Baca juga: Anies Ajak Warga Melihat Cantiknya Kini Simpang Senen, Tidak lagi Dianggap Kawasan Kumuh dan Rawan

"Para pengguna jalan diharapkan menghindari ruas jalan tersebut, mematuhi rambu lalu lintas yang disediakan, dan memperhatikan arahan dari petugas di lapangan," jelasnya.

Kebijakan pengalihan arus lalu lintas ini diujicobakan pada 18 Desember 2020 sampai dengan 23 Desember 2020 selama 24 jam.

"Mohon dukungannya!" kata Anies.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved