Breaking News:

Anggota DPRD DKI Desak Dinas PMPTSP DKI Cabut Izin Usaha Odin Cafe

Hal itu telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Kompas.com
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Buntut adanya pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dan dugaan penyalahgunaan narkoba di Odin Cafe, Legislator DKI Jakarta mendesak pemerintah daerah untuk mencabut izin usaha Odin Cafe di Jalan Senopati, Jakarta Selatan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak mengatakan, pemerintah harus melakukan tindakan tegas karena perbuatan kafe itu membahayakan keselamatan orang. Di tengah pandemi Covid-19, para pengusaha ataupun masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang ada.

“Kalau dia sudah lima kali melanggar, artinya memang tidak ada niat untuk mematuhi aturan. Jadi, cabut saja izinnya,” kata Gilbert pada Senin (8/2/2021).

Dalam kesempatan itu, Gilbert meminta kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk mengevaluasi izin usaha Odin Cafe. Dia khawatir, bila ada pembiaran yang terlalu lama, pengelola kafe akan kembali beroperasi. “Jadi tutup sementara dulu, sambil dievaluasi izinnya,” ujarnya.

Risma Tenggelam di Kali Cipegadungan, Temannya yang Menolong Ikut Terjatuh, Jasadnya Belum Ditemukan

Abu Janda-Natalius Pigai Bertemu, Ferdinand Hutahaen Berharap Kasus Hukum Tak Berlanjut

Meski sudah lima kali melanggar, Odin Cafe hanya ditutup sementara selama 1x24 jam. Alasannya, ketentuan ini tertulis dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2021 tentang pelaksanaan Perda penanganan Covid-19.

Senada diungkapkan, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz dari Fraksi PKS. Aziz meminta DKI untuk memberikan sanksi tegas tanpa pandang bulu, apalagi penyalahgunaan narkoba merupakan hal yang serius.

“Narkoba adalah pelanggaran yang berat , saya harap Pemda dapat mengambil langkah-langkah tegas untuk kasus seperti ini,” ujar dia.

Salah satu sanksi tegas yang dimaksud adalah pencabutan izin usaha kafe tersebut secara permanen. Hal itu telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

DKI dapat mencabut izin usaha tempat pariwisata bila ditemukan transaksi atau pemakaian narkoba, kasus prostitusi dan perjudian. “Kami akan panggil Dinas Parekraf, jika kami lihat tidak ada tindakan tegas,” kata Aziz.

66 Warga Bertahan di Rumah saat Banjir di 2 Kecamatan Jakarta Timur Dievakuasi Petugas Gulkarmat

Hujan Deras, 2 Pohon Besar di Jakarta Barat Tumbang, dan Ini Daftar Pintu Air Siaga 3

Seperti diketahui, petugas merazia puluhan pengunjung Odin Cafe di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Supriyantoto mengatakan, setidaknya terdapat 40 orang yang berkumpul di suatu ruangan di Odin Cafe.

Petugas lalu menggelar rapid test Covid-19 dan pemeriksaan urine terhadap para pengunjung. Untuk hasil rapid test, Supriyanto menyebut seluruh pengunjung dinyatakan non reaktif Covid-19. “Kalau dari tes urine ada satu orang laki-laki positif narkoba, amphetamine,” kata dia yang dikutip dari Tribunjakarta.

Namun, saat menggeledah barang bawaan pria tersebut, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba.
“Tapi tetap kita bawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved