Breaking News:

Lifestyle

KTMU Gelar Webinar Bertajuk Mengembalikan Peran Ayah dalam Keluarga

Komunitas Taaruf Membangun Ummat (KTMU) hadir untuk membantu melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah, khususnya bagi para pria.

istimewa
Sosialisasi dan Testimoni Komunitas Taaruf Membangun Ummat (KTMU). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Sosok ayah memiliki pengaruh yang dalam dan bertahan lama pada proses perkembangan anak di sebuah keluarga.

Kasih sayang ayah dan keterlibatan di dalam keluarga membantu mendorong perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Ayah juga berperan dalam pembentukan karakter anak.

Di sisi lain, figur seorang ayah mutlak sangat diperlukan dengan fungsi strategisnya, seperti pemecahan dan penyelesaian konflik keluarga.

Kerja sama antara ayah dan ibu dalam mengasuh dan mendidik anaknya akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan anak, baik aspek motorik, kognitif, emosional maupun sosial. Dengan demikian diharapkan anak akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Menciptakan sebuah keluarga yang harmonis, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan pembinaan yang dapat dilakukan sebelum seseorang memasuki jenjang pernikahan.

Komunitas Taaruf Membangun Ummat (KTMU) hadir untuk membantu melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah, khususnya bagi para pria yang ingin maupun akan memasuki jenjang pernikahan melalui metode taaruf dengan memberikan materi keilmuan tentang keluarga.

Humas Komunitas Taaruf Membangun Ummat, Rizka Wahyu Wulandari  mengungkapkan bahwa setidaknya ada beberapa peran seorang ayah dalam membina rumah tangga.

Pertama, sebagai tulang punggung keluarga. Dimana ayah berperan untuk mencari nafkah, menyediakan tempat tinggal dan pakaian, termasuk pemenuhan kebutuhan lain.

Kedua, peran afeksi berupa perhatian, rasa aman serta membahagiakan. Ketiga, peran pengasuhan seperti meluangkan waktu, menjaga maupun menasehati.

Namun demikian, tambah Rizka, Proses mewujudkan keluarga sakinah pada dasarnya adalah adanya sikap saling memahami  tugas masing-masing dalam keluarga berlandaskan rasa keterbukaan, karena secara kodratnya tidak ada keluarga yang mulus berjalan tanpa konflik ibarat periuk dengan tutupnya, dan yang terpenting adalah bagaimana bisa menyelesaikan masalah yang terjadi dengan bijak.

“Hubungan yang sehat berangkat dari komunikasi yang baik, bagaimana menghadapi konflik ini juga bergantung pada kekuatan komunikasi, kedua pasangan perlu saling memahami cara menerima dan memperoleh informasi, kemampuan mendengarkan penting dimiliki pasangan menikah jika ingin memiliki hubungan yang lebih kuat,” ujar Rizka. 

Mengingat pentingnya peranan sosok ayah  dalam sebuah keluarga, KTMU siap memberikan pendampingan dan pembinaan bagi mereka yang telah siap untuk menikah dengan metode taaruf. Rizka menjelaskan beberapa prosedur tahapan yakni, mengisi formulir melalui website ktmu.org. selanjutnya perserta yang sudah memenuhi persyaratan akan mendapakan undangan untuk interview.

Dalam proses selanjutnya, semua kegiatan mulai dari penyampaian materi keilmuan pranikah yang dilakukan hingga 3-4 kali pertemuan, lalu kegiatan silahturahmi dengan pembina dan pengurus serta  tukar biografi masing-masing calon pasangan. Semuanya dilakukan di sekretarian KTMU.

“Kita tetap melakukan kontrol kepada semua peserta selama proses taaruf berlangsung. Bahkan hingga pasca Menikah tetap dilakukan pengontrolan dan pembinaan melalui jaringan silahturahmi. Dengan begitu, akan tercipta keluarga yang harmonis bahagia, sakinah, mawaddah dan warohmah,” ujar Rizka.

Guna lebih memahami bagaimana peran dan keterlibatan ayah dalam keluarga, Rizka menambahkan, pada tanggal 21 Februari 2021 mendatang pihaknya akan menggelar webinar yang bertema ‘Mengembalikan Peran Ayah dalam Keluarga’.

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved