Breaking News:

Berita Internasional

MILITER Blokir Facebook seusai Ratusan Ribu Orang Lawan Penguasa Kudeta Myanmar Bela San Suu Kyi

Penguasa militer Myanmar memblokir Facebook yang kini telah digunakan netizen untuk melawan rezim kudeta dan menahan Aung San Suu Kyi.

Mladen ANTONOV / AFP
Militer Myanmer blokir Facebook yang digunakan oleh warga untuk memprotes Kudeta Myanmar. Foto: Seorang pengunjuk rasa memegang gambar pemimpin sipil Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi selama demonstrasi yang mengutuk kudeta militer di luar kedutaan Myanmar di Bangkok pada 4 Februari 2021, beberapa hari setelah pasukan keamanan Myanmar menahan Suu Kyi dan presiden negara itu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Penguasa darurat Myanmar memblokir penggunaan Facebook di negara tersebut.

Militer kini berkuasa di negara anggota ASEAN tersebut setelah Kudeta Mynamar. 

Penghentian akses Facebook oleh militer Myanmar setelah penggulingan Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis melalui Pemilu.

Pemblokiran Facebook sekaligus menutup ketegangan bertahun-tahun antara perusahaan media sosial dan lembaga paling kuat di negara tempat Facebook digunakan oleh setengah populasi.

Demikian berita terkini Warta Kota bersumber dari Reuters pagi ini. 

Polisi Myanmar Ajukan Tuntutan Terhadap Aung San Suu Kyi karena Langgar UU Ekspor-Impor

Dokter dan Tenaga Medis Myanmar Gelar Aksi Mogok Kerja Protes Kudeta Militer

Junta militer pada hari Rabu melarang Facebook Inc hingga setidaknya hari Minggu setelah lawan rezim mulai menggunakannya untuk berorganisasi.

Halaman pembangkangan sipil baru telah memperoleh hampir 200.000 pengikut dan dukungan dari selebriti Burma pada hari-hari setelah kudeta, sementara tagar terkait digunakan jutaan kali.

“Tatmadaw melihat Facebook sebagai musuh internet mereka karena itu adalah saluran komunikasi yang dominan di negara ini, dan telah bermusuhan dengan militer,” Wakil Direktur Human Rights Watch Asia Phil Robertson mengatakan kepada Reuters, merujuk pada tentara negara tersebut.

"Karena orang-orang Burma bergerak cepat ke dunia maya untuk mengorganisir kampanye pembangkangan sipil besar-besaran, menutup akses menjadi prioritas utama."

Facebook Sensor Politik

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved