Mengenai Rencana Lockdown Weekend, Fraksi Demokrat Minta DKI Kaji Ulang
DKI harus memberikan solusi yang tidak merugikan masyarakat, khususnya mereka yang berada pada taraf ekonomi menengah ke bawah.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mengkaji ulang rencana lockdown weekend (karantina saat akhir pekan). Rencana yang diusulkan anggota DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Daulay itu dianggap bisa berdampak besar terhadap pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah di Jakarta.
"Pemprov perlu mengkaji ulang terhadap rencana lockdown akhir pekan, karena dengan adanya lockdown akan banyak merugikan bagi para UKM. Saat ini mereka sedang mencoba merangkak naik dari kondisi sebelumnya yang sangat mengkhawatirkan akibat dampak pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu," ujar Ketua Fraksi Demokrat di DPRD DKI Desie Christhyana Sari pada Jumat (5/2/2021).
Desie mengatakan, Pemprov DKI harus memberikan solusi yang tidak merugikan masyarakat, khususnya mereka yang berada pada taraf ekonomi menengah ke bawah. Selain bantuan sosial tunai (BST) yang terus digencarkan, DKI juga dapat memperbanyak bantuan dana stimulus bagi pelaku usaha agar bangkit dari keterpurukan.
• VIDEO Penodongan Modus Menuduh Korban Sebagai Pelaku Penganiayaan Marak, Enam Pelaku Ditangkap
• Fakta 7 Tersangka Terorisme yang Dibawa ke Jakarta, Rencanakan Serang Mako Polri hingga Rampok Toko
Di sisi lain, pengawasan dan penindakan pelanggar PSBB juga harus ditegakkan di tengah masyarakat. "Rasa kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi masyarakat saya dapatkan langsung ketika turun menemui mereka. Bagi masyarakat, situasi yang menakutkan adalah kalau tidak makan sehari, dibanding dengan risiko penularan Covid-19," katanya.
Karena itu Desi menilai, DKI harus mempertahankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini diterapkan, dibanding lockdown akhir pekan. Kata dia, penyebaran Covid-19 terjadi kapan saja selama warga mengabaikan protokol kesehatan.
"Harus dipahami virus itu tidak mengenal hari libur, dan masa inkubasi pasien konfirmasi positif Covid-19 berada pada kisaran waktu satu pekan atau lebih," jelas Desie yang juga menjadi anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bakal mengkaji usulan DPR RI soal lockdown week end (karantina saat akhir pekan) di Ibu Kota. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 di klaster keluarga di Jakarta.
• Mari Gelorakan Semangat Bersama Secangkir Kapal Api untuk Indonesia
• Targetkan Hasil Optimal di SEA Games 2021, Shin Tae-yong Panggil 36 Pemain pada TC Timnas Indonesia
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, usulan yang disampaikan DPR RI Saleh Daulay sebetulnya mengadopsi kebijakan yang dilakukan negara Turki. Negara berlambang bulan sabit dan bintang di benderanya itu telah melakukan lockdown weekend sejak beberapa hari lalu.
“Di Turki ada lockdown weekend di hari Sabtu-Minggu, silakan saja itu kami serahkan kepada teman-teman DPR yang mungkin sudah sampaikan ke Kemenkes, BNPB dan pemerintah pusat,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (2/2/2021) malam.
“Tentu usulan itu dipertimbangkan dan DKI Jakarta akan melakukan kajian analisa, nanti pak gubernur juga memimpin rapat-rapat internal apakah usulan dari DPR RI dimungkinkan atau tidak,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ketua-fraksi-partai-demokrat-dprd-dki-desie-christhyana-sari.jpg)