Breaking News:

Aksi Terorisme

1.250 WNI Jadi Teroris di Suriah dan Irak, Ada yang Tewas, Ditahan, dan Tinggal di Tenda Pengungsian

Boy Rafli mengungkapkan, WNI yang berangkat ke Irak dan Suriah bukan hanya yang telah berusia dewasa.

Wartakotalive.com/M Nur Ichsan Arief
Densus 88 Mabes Polri, memindahkan 26 tersangka aksi terorisme dari Gorontalo dan Makassar ke Mabes Polri di Jakarta, Kamis (4/2/2021). Dari 26 orang tersangka, 7 berasal dari Gorontalo dan 19 dari Makassar. Para tersangka merupakan anggota Jamaah Anshorud Daulah yang berafiliasi pada ISIS.. 

"Jadi radikalisasi yang masuk ini jangan berpikir hanya di Indonesia, karena ini sudah global."

"Dan dampak dari proses radikalisasi masif ini telah nyata mendatangkan beberapa korban di antara masyarakat kita," beber Boy Rafli.

Ia menjelaskan, paham radikalisasi memang dapat mengubah pola pikir masyarakat dengan mewajarkan berbagai tindakan kekerasan.

Djoko Tjandra Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Klaim Ungkap Aliran Uang Suap

Pola pikir itu masuk dengan menunggangi ajaran agama tertentu hingga melalui propaganda.

"Karena radikalisasi mengubah alam pikiran orang."

"Bahkan melegalkan cara-cara kekerasan di dalam melakukan aktivitas upaya pencapaian tujuan."

Pemerintah Sudah Keluarkan Rp 15 Triliun untuk Bayar Klaim RS yang Tangani Pasien Covid-19

"Ketika dia yakini pemahaman dan keyakinannya, dan dia ingin capai tujuan itu, maka tidak bisa menggunakan cara-cara yang damai."

"Pada akhirnya orang akan memilih jalan (kekerasan) karena dia yakin apa yang dia lakukan itu sebagai sebuah kebenaran."

"Andaikan dia mati di dalam melakukan tindakan-tindakan itu, maka katanya mati masuk surga dan sebagainya."

Berkas Perkara Kerumunan Petamburan Lengkap, Pekan Depan Polisi Serahkan Rizieq Shihab ke JPU

"Maka pola pikir macam ini terpengaruh oleh virus."

"Dan tanpa disadari virus ini masuk ke dalam sistem kehidupan masyarakat, dan masyarakat tidak sadar menjadi bagian dari itu," urainya.

Di Indonesia, Boy Rafli menyampaikan paham radikalisme atau intoleran menyasar berbagai kelompok masyarakat.

Namanya Disebut Tersangka Teroris yang Dibaiat ISIS, Munarman Jawab Pakai Dua Hadis Ini

Mayoritasnya adalah generasi muda yang mudah mengubah pola pikirnya.

"Kalau di Indonesia ini clear sekali, sangat jelas fakta-fakta pengaruh paham radikalisme intoleran yang menyasar ke berbagai kelompok masyarakat."

"Khususnya generasi muda, karena dia tahu anak muda adalah kelompok potensial dan kelompok produktif yang punya idealisme tinggi."

"Dan kemudian dia yakin ketika diberikan pemahaman-pemahaman kemudian menjadi sangat berubah cara berpikirnya secara ekstrem," terangnya. (Igman Ibrahim)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved