Breaking News:

Hari Pers Nasional

Pesan Menkumham Terhadap Media Mainstream di Era Disrupsi Media Sosial, Yasonna Laoly: Lawan Hoaks!

Menkumham Yasonna Laoly menyampaian beberapa pesan untuk kalangan pers media mainstream di era disrupsi medos.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menkumham Yasonna Laoly menyampaian beberapa pesan untuk kalangan pers media mainstream di era disrupsi medos. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat ini, media mainstream tengah menghadapi gejolak disrupsi media sosial (medsos).

Maka itu, Menkumham Yasonna Laoly menyampaian beberapa pesan untuk kalangan pers media mainstream di era disrupsi medos.

Pesan-pesan mengenai disrupsi medsos tersebut, disampaikan dalam seminar bertajuk "Regulasi Negara dalam Menjaga Keberlangsungan Media Mainstream di Era Disrupsi Medsos".

Acara seminar ini pun merupakan salah satu rangkaian Hari Pers Nasional 2019 di Jakarta pada Kamis (4/2/2021).

Presiden Jokowi Bakal Menghadiri Acara Puncak Hari Pers Nasional 9 Februari 2021, Ini Tema HPN 2021

Anies: DKI Merasa Terhormat Peringatan Hari Pers Nasional 2021 Diselenggarakan di Jakarta

Hari Pers Nasional, Jokowi : Negara Membutuhkan Kehadiran Pers Melawan Kekacauan Informasi

Yasonna selaku Keynote Speaker seminar itu meminta media mainstream tetap menjaga kualitas pemberitaan di era disrupsi medsos.

Menurutnya pemerintah terus mendukung dewan pers dan media mainstream untuk mempertahankan kualitas.

“Di tengah disrupsi media sosial, Dewan Pers mungkin perlu membuat semacam standard bagi kualitas media kita. Demi menjaga kualitas dan melawan hoaks,” ujar Yasonna Laoly.

Soal disrupsi media sosial, Yasonna Laoly menjelaskan hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi dunia tengah menghadapi gonjang-ganjing akibar disrupsi media sosial.

Kehadiran media sosial menjadi hal yang sangat diperhatikan pemerintah.

“Dari total pengguna internet di Indonesia 170 juta di antaranya pengguna media social ini. Pemerintah negara negara di dunia pusing mengelola medsos"

"Kami pernah bertemu antar pemimpin negara di Australia salah satunya membahas perkembangan medsos karena terkait terorisme,” ujarnya

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved