Berita Nasional

Pendiri Pasar Muamalah Ditangkap, Dandhy Laksono: Di Sebatik Transaksi Sudah Nggak Pakai Ringgit?

Dandhy juga membahas soal transaksi masyarakat perbatasan dimana masih ada yang menggunakan mata uang ganda, rupiah dan ringgit Malaysia.

Editor: Feryanto Hadi
Repro Instagram@zaim.saidi
Banyak salah tafsir tentang Pasar Muamalah Depok, Ini penjelasan sang pendiri pasar, Zaim Saidi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Aktivis Dandhy Laksono turut menyoroti penangkapan Pendiri Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi karena bertransaksi dengan mata uang dirham.

Dandhy pun mempertanyakan tentang penangkapan itu.

Pasalnya, di sejumlah tempat transaksi jual-beli bahkan dilakukan dengan sistem barter barang.

Dandhy juga membahas soal transaksi masyarakat perbatasan dimana masih ada yang menggunakan mata uang ganda, rupiah dan ringgit Malaysia, Semisal di Pulau Sebatik, Nunukan.

Di Sebatik transaksi sudah gak pakai ringgit? Di Lembata malah tak pakai uang sama sekali. Siang malam menyembah ekonomi pasar, tapi ketakutan jika alat pembayaran ditentukan sendiri oleh pasar?" tanya Dandhy melaui akun Twitternya, Kamis (4/2/2021).

Sementara itu, Pasar Muamalah di RT 003/04, Jalan Raya Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok tampak sepi sejak ditangkapnya pemilik Pasar Muamalah, Zaim Saidi oleh Bareskrim Mabes Polri.

Sidik yang merupakan satpam di lingkungan sekitar mengatakan, sejak ramainya pemberitaan terkait Pasar Muamalah yang menjadikan Dinar dan Dirham sebagai alat transaksi, sejak itu pula lokasi ruko sepi.

Terlihat bentangan garis polisi di ruko yang pada bagian atasnya bertuliskan Kafe Muamalah bercat tembok abu-abu.

"Pasarnya sudah ngga ada lagi, terakhir dua minggu lalu, biasanya kan sebulan dua kali," papar Sidik kepada wartawan di sekitar lokasi ruko, Kamis (4/2/2021).

Sidik mengatakan, Pasar Muamalah digelar untuk warga kurang mampu yang tinggal disekitar lokasi ruko.

Ya, Pasar Muamalah berlokasi di teras sebuah ruko yang ada tepat di pinggir Jalan Tanah Baru Raya, Kota Depok.

Biasanya, kata Sidik, warga diberikan koin Dirham untuk ditukarkan dengam berbagai bahan pokok diantaranya beras, telur, minyak dan lainnya.

"Yang bagiin koinnya juga (ketua) RT, dibagiin ke warga-warga yang ngga mampu," akunya.

Sidik membantah jika Pasar Muamalah menjadikan Dinar atau Dirham sebagai alat transaksi dalam mendapatkan sejumlah bahan pokok yang diletakkan dalam meja sepanjang teras ruko berada.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved