Breaking News:

Gunakan Dinar Dirham Jadi Mata Uang, YLKI Sudah Menduga Zaim Saidi Akan Berurusan dengan Hukum

Bahkan ia sering menulis kolom di beberapa media massa nasional. Ia juga menulis buku berjudul “Tidak Syariahnya Bank syariah”.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Ahmad Sabran
Repro Instagram@zaim.saidi
Banyak salah tafsir tentang Pasar Muamalah Depok, Ini penjelasan sang pendiri pasar, Zaim Saidi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Transaksi jual beli menggunakan dinar dan dirham di kota Depok atau di Pasar Muamalah berbuntut ditahannya Zaim Saidi. 

Mantan rekan kerja Zaim di Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi mengaku pihaknya sudah menduga Zaim akan berurusan dengan hukum. 

"Kita tidak kaget beliau sampai ditahan, karena memang pemahaman dia berbeda soal sistem ekonomi," ujarnya saat dihubungi  Kamis (4/2/2021).

Dijelaskan Tulus, Zaim sudah lama tidak di YLKI, bahkan sekitar 1997  atau sudah 25 tahun lalu.

Secara pribadi,  ia dan rekan-rekan YLKI sekali-sekali masih berkomunikasi, namun karena ia tidak lagi fokus di perjuangan konsumen, maka komunikasi menjadi semakin jarang.

"Dalam 10 tahun terakhir ia fokus isu anti riba, serta dinar dan dirham, Tapi kita di Indonesia kan bukan negara agama, dan berlaku hukum positif," tuturnya.

Namun demikian, kata Tulus, dalam beberapa diskusi, Zaim adalah orang yang anti politik.

Zaim, kata Tulus, justru tidak setuju dengan gerakan HTI dan Khilafah.  

"Dia pernah kesal kepada pihak-pihak yang menolak demokrasi, tapi sistem ekonominya tetap dipakai, menurut Zaim, sistem ekonominya jangan dipakai seperti perbankan. . Kalau Riba memang sudah jelas haram," ujar Tulus.

Zaim secara pribadi, kata Tulus, adalah orang yang baik dan cerdas. Bahkan ia sering menulis kolom di beberapa media massa nasional. Ia juga menulis buku berjudul “Tidak Syariahnya Bank syariah”.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved