Breaking News:

Transportasi

Awas, Cuaca Ekstrem hingga April 2021, Menhub Minta Para Operator Transportasi Ekstra Waspada

Kemenhub mengimbau para operator transportasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem ini untuk keselamatan penumpang.

Istimewa
ILUSTRASI Cuaca ekstrem. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta para operator transportasi mewaspadai cuaca ekstrem yang diprediksi hingga April 2021 untuk keselamatan penumpang. 

“Masyarakat juga dapat mengunduh buku panduan tersebut melalui https://bit.ly PanduanKesiapsiagaanMenghadapiBanjirJakarta,” kata Sabdo.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga telah membagikan buku pedoman pengendalian banjir bagi Organisasi Perangkat Daerah, Lembaga Usaha, dan Relawan sebanyak 611 buku. Panduan tersebut berisi penjelasan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, mulai dari saat tidak terjadi banjir (tas siaga bencana), sudah ada potensi banjir, pada saat terjadi banjir, jika berada di lokasi pengungsian, dan setelah banjir.

“Harapannya, masyarakat dapat lebih siap, meskipun personel dan pendukung lainnya juga kita kerahkan,” ujarnya.

BPBD DKI Jakarta juga telah menetapkan layout penempatan tenda pengungsi dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni memisahkan tenda pengungsi umum, tenda kelompok rentan (ibu hamil, lansia), dan tenda kontak erat/suspek Covid-19. Pada lokasi pengungsian juga disiapkan area skrining kesehatan, area rapid antigen, dan toilet.

Baca juga: Gurauan Kapolri: Kapolsek, Kapolres, Kapolda yang Menolak Bertemu Kiai NU Bisa Dilaporkan ke Propam

Baca juga: VIDEO Viral Transaksi Pakai Dinar dan Dirham di Depok, BI Tegaskan Alat Pembayaran Sah Hanya Rupiah

Untuk mengantisipasi penumpukan pengungsi, Lurah dan Camat menyiapkan lokasi pengungsi alternatif sebanyak 2-3 kali lipat dari lokasi pengungsian yang ada. Pemprov DKI Jakarta juga menyiagakan petugas kesehatan/relawan kesehatan, Gugus Tugas Kota/Kecamatan/Kelurahan/RT/RW, melakukan sterilisasi lokasi pengungsian secara teratur menggunakan disinfektan, menyediakan hand sanitizer/tempat cuci tangan dilengkapi tandon air dan sabun.

Wilayah DKI Jakarta dialiri 13 sungai dari hulu dan sebagian besar daratan Utara berada di bawah muka air laut (rob). Selain itu, Jakarta juga mengalami penurunan tanah per tahun (land subsidence) dan perubahan tata guna lahan dengan populasi yang bertambah, pembangunan yang pesat, dan run off yang meningkat, sehingga daerah resapan semakin berkurang.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui BPBD Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini atas potensi curah hujan dengan intensitas yang lebat. Fenomena hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung ini diperkirakan bakal terjadi di wilayah DKI Jakarta pada 28 Januari - 2 Februari 2021.

Baca juga: Stefano Cugurra Pelatih Bali United Sudah Tahu Info Tentang Tim Lawannya Di AFC Cup 2021

Baca juga: Wilayah Kecamatan di Kota Depok Ini Paling Banyak Terjadi Gangguan Keamanan Sepanjang Pandemi 2020

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto menyampaikan, peringatan dini ini diperoleh dari Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG). Tujuannya agar masyarakat lebih waspada dan mempersiapkan diri.

Kata dia, BMKG telah mengeluarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir/banjir bandang dalam 2 hari ini, yakni 28 - 29 Januari 2021. DKI Jakarta masuk dalam potensi dampak dengan status siaga.

"Kami mengimbau agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menjaga diri dari hujan angin. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini dapat menimbulkan genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin," kata Sabdo berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (28/1/2021). (Hari Darmawan/Tribunnews.com)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved