Berita Daerah

Satu Keluarga Kompak Jadi Pencopet, Berikut Ini Peran Ayah, Ibu dan Anak Saat Beraksi Mencopet

Satu keluarga kompak jadi pencopet berhasil ditangkap polisi, dan berikut ini peran ayah, ibu dan anaknya saat beraksi mencopet.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi: Satu keluarga kompak jadi pencopet berhasil ditangkap polisi, Minggu (24/1/2021). Berikut ini pemeran ayah, ibu dan anak saat beraksi. 

Kemudian sejumlah relawan beserta rekan media mendatangi rumah Kakek Sarman di Kampung Nangka Peucang, Kecamatan Pulosari, Kabupaten pandeglang, Banten.

Mereka disambut baik oleh keluarga Kakek Sarman.

"Tujuan kita ke sana memberikan amanat dan doa dari masyarakat kepada beliau," ucap Baim.

Baim melanjutkan ceritanya, berdasarkan hasil musyawarah relawan dan keluarga, Kakek Sarman memilih menyedekahkan kembali semua hasil donasi tersebut kepada Komunitas Berbagi Nasi Pandeglang.

Kakek Sarman berharap uang yang terkumpul digunakan untuk kegiatan sosial lainnya.

Terakhir Kakek Sarman lewat Baim mengucapkan rasa terimakasih kepada masyarakat.

"Beliau dan keluarga besar menitipkan pesan kepada kami berterimakasih kepada seluruh masyarakat dan semua yang terlibat dalam proses kebaikan ini."

"Tak lupa pula doa doa terbaik yang beliau ucap untuk semua masyarakat," tutup Baim.

Cerita Kakek Sarman

Video seorang kakek penjual sapu lidi jadi korban pencopetan viral di media sosial.

Cerita ini pertama kali dibagikan oleh warganet bernama Arif Cahyana di akun Facebook pribadinya.

Arif mengaku bertemu dengan kakek tersebut pada 30 Desember 2020 lalu.

"Lokasinya berada di sekitaran Kodim Pandeglang di Jalan Pendidikan, Kabupaten Pandeglang, Banten," katanya kepada Tribunnews, Minggu (3/1/2021).

Waktu itu, Arif secara tidak sengaja melihat seorang kakek berjalan terbungkuk-bungkuk.

Pertemuan Arif dengan kakek yang ia panggil dengan sapaan Abah itu bukanlah yang pertama kali.

"Saya memang sering melihat beliau melintas di seputar Pandeglang berjualan keranjang sampah dan sapu lidi."

"Dan ketika saya berhentikan untuk membeli sapu, saya melihat matanya berkaca-kaca," imbuhnya.

Tanpa ditanya, Abah langsung menceritakan kejadian yang menimpanya.

Diketahui pria berambut putih itu menjadi korban pencopetan oleh orang tak bertanggung jawab.

Akibatnya Abah kehilangan uang sebanyak Rp 400 ribu.

"Ya, beliau memang selalu membawa uang hasil dagangannya di dalam tas."

"Beliau tidak punya tempat lain lagi untuk menyimpan uang hasil berjualan selain di dalam tas yang selalu dibawanya," ungkap Arif.

Berdasarkan cerita yang diperoleh Arif, uang tersebut telah dikumpulkan Abah selama berminggu-minggu dari

Uang hasil berjualan tersebut akan disetorkan kepada bos, tempat Abah mengambil barang untuk dijualnya kembali.

"Lebih mirisnya lagi, setiap malam Abah hanya tidur di gudang Pasar Badak Pandeglang," beber Arif.

Sosok Abah di Mata Arif

Bagi Arif sendiri, Abah merupakan sosok yang luar biasa.

Lantaran di masa tuanya pilih ia habiskan untuk tetap mencari nafkah dengan menjajakan alat sederhana yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

"Beliau berbeda dengan pengemis yang berjualan kalimat-kalimat sedih untuk mendapat uang seikhlasnya."

"Dan hari ini beliau harus kehilangan uang yang susah payah dikumpulkan untuk membayar setoran. Manusia macam apa yang tega merampas hak orang lemah seperti Abah," urai Arif.

Arif berharap dengan dirinya membuat postingan tentang perjuangan Abah, ada orang-orang ikut tergerak membantunya.

Minimal ikut membeli barang dagangan saat bertemu dengan Abah.

Terakhir, Arif mengaku bersyukur postingannya viral.

"Namun syukur tersebut bukan untuk saya, melaikan karena banyak yang mau menolong sesama terkhusus Abah"

"Pesan yang ingin saya sampaikan, saya berharap kita semua lebih meningkatkan kepekaan sosial dan manfaatkan media sosial untuk hal baik," tutupnya.

Postingan Milik Arif Viral

Hingga Minggu (3/1/2021), postingan milik Arif sudah dibagikan ulang oleh ribuan pengguna Facebook lainnya dan mengundang berbagai tanggapan.

Ada yang ikut mendokan si Abah.

@Narwha Aidzhi: Semoga abah dapet rezeki yang lebih lagi Aamiin...

@Dithan Praditya: Ya Allah kasihan Abah..semoga Allah mengatinya dan berlipat ganda.

@Santi Yantii: ya allahhh kasian Abah Semoga allah menggantikan .nya.

@Cie'tongeretmungil Yuliyanti: Ya allah semoga abah nya mendapatkan hikmah yang lebih indah ..sehat2 abah ..panjang umur ...dan sellu mendapatkan ke ahagiaan ..aminn.

@Ririn Arianti: Ya Allah semuga cepat diganti yg lebih banyak aku sendiri punya kake aku tidak tega melihatnya semuga sehat selalu.

Donasikan APD

Pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat setelah pandemi berjalan lebih dari delapan bulan.

Hal ini terlihat dari penambahan pasien Covid-19 dalam cukup tinggi, yakni di atas 3.000 orang.

Dari Kiri ke Kanan, Lutfi selaku Area Manager Cobra Dental menyerahan bantuan 1000 APD ke RSUD Cengkareng diterima langsung oleh Ny Wahyu selaku penunjang Medis RSUD Cengkareng.
Dari Kiri ke Kanan, Lutfi selaku Area Manager Cobra Dental menyerahan bantuan 1000 APD ke RSUD Cengkareng diterima langsung oleh Ny Wahyu selaku penunjang Medis RSUD Cengkareng. (ist)

Secara rinci, sudah 502 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.

Artinya, pandemi Covid-19 sudah terdampak di lebih dari 97 persen wilayah Indonesia.

Pengendalian keberhasilan ataupun kegagalan pengendalian penularan Covid-19, tidak terlepas dari peran masyarakat mematuhi protokol kesehatan serta peran petugas medis dalam menggapi kasus pandemi ini.

Kondisi ini yang mendorong Cobra Dental sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan alat kesehatan gigi untuk bergerak.

Dari Kiri ke Kanan : Elly selaku Head Sales Cobra Dental, Lutfi selaku Area Manager Cobra Dental, Suster Mariana Selaku Kepala Suster RSUD Cengkareng, Ny Wahyu selaku penunjang medis RSUD Cengkareng.
Dari Kiri ke Kanan : Elly selaku Head Sales Cobra Dental, Lutfi selaku Area Manager Cobra Dental, Suster Mariana Selaku Kepala Suster RSUD Cengkareng, Ny Wahyu selaku penunjang medis RSUD Cengkareng. (ist)

Dengan tajuk kampanye Bersama Cobra Dental Kita Lawan Covid-19, Cobra Dental mendonasikan total 1.000 buah alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis yang bekerja di beberapa rumah sakit penanggulangan Covid-19.

Donasi ini diberikan atas sumbangsih para pelanggan melalui program donate with every purchase, dengan target  Rp 125 juta.

Atau, setara dengan 1.000 APD yang telah berhasil dikumpulkan dengan harapan program ini dapat memenuhi kebutuhan APD di seluruh rumah sakit penanggulangan Covid-19 di seluruh Indonesia.

(Kontributor Surabaya/Achmad Faizal/Dheri Agriesta/Surya.co.id/SumberLain/Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satu Keluarga di Surabaya Jadi Copet, Ini Peran Setiap Pelaku Saat Beraksi"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved