Breaking News:

Polda Metro Sebut 24 Pengedar Narkoba yang Dibekuk Bukan Komplotan Raja Narkoba Asia Tse Chi Lop

Kelompok pengedar narkoba yang ditangkap Polda Metro Jaya tak tak terkait raja narkoba Asia Tse Chi Lop.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam pemusnhan barang bukti narkoba hasil ungkap dalam 4 bulan terakhir di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI = Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa menuturkan dari sembilan kasus pengungkapan jaringan narkoba internasional dan nasional, yang diungkap pihaknya dalam 4 bulan terakhir, dipastikan tidak terindikasi menjadi bagian jaringan bos kartel narkoba Asia, Tse Chi Lop.

"Dari 24 tersangka di 9 kasus ini, tidak terindikasi bagian jaringan raja narkoba Asia itu. Untuk jaringan internasional sindikat mereka ini bagian dari jaringan Timur Tengah atau Iran," kata Mukti usai acara pemusnahan narkoba di Polda Metro Jaya, Rabu (3/2/2021).

Seperti diketahui Raja Narkoba Asia, Tse Chi Lop ditangkap kepolisian Belanda di Amsterdam, Jumat (22/1/2021). Penangkapan warga negara Kanada kelahiran China, itu berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan Australia.

Dua Pria di Bekasi Jual Narkoba di Media Sosial Gara-gara Dihimpit Kesulitan Ekonomi

Tse Chi Lop diduga memimpin salah satu kerajaan narkoba terbesar di dunia yang pasar utamanya mencakup Asia.

Meski begitu kata Mukti, pihaknya ke depan tetap mengantisipasi dan menyelidiki adanya kemungkinan sindikat pengedar narkoba di Jakarta yang merupakan bagian dari bos karter narkoba Asia itu. "Kami akan dalami setiap jaringan pengedar narkoba dan tersangka yang berhasik kita ungkap," kata Mukti.

Seperti diketahui Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkoba hasil pengungkapan aparat Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan polres jajaran, Rabu (3/2/2021).

Selebgram Abdul Kadir Ditangkap Polisi Karena Pakai Narkoba, Ngaku Pakai Sabu Cuma Coba-coba

Acara pemusnahan barang bukti narkoba itu digelar di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu pagi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan barang bukti narkoba yang dimusnahkan itu hasil pengungkapan selama 4 bulan terakhir.

"Narkoba yang dimusnahkan ini adalah hasil pengungkapan Ditresnarkoba Polda Metro dan polres jajaran dalam 4 bulan terakhir mulai Oktober 2020 sampai Januari 2021 ini," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Rabu.

Pesta Narkoba di Kamar Hotel saat Selebgram Abdul Kadir Dibekuk Petugas Polda Metro Jaya

Jumlah narkoba yang dimusnahkan katanya adalah sabu sebanyak 217, 44 kg; ganja seberat 801, 48 kg; ekstasi sebanyak 18.000 butir; dan tembakau gorilla sebanyak 1,37 kg.

"Semuanya hasil pengungkapan dari 9 kasus, baik jaringan internasional dan nasional. Dengan tersangka sebanyak 24 orang," kata Fadil.

Menurut Fadil dengan pemusnahan narkoba ini adalah bukti komitmen Polda Metro Jaya dalam memberantas peredaran narkoba serta untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Walau Abdul Kadir Direhabilitasi, Polisi Tegaskan Kasus Penyalahgunaan Narkoba Tetap Berjalan

Pemusnahan katanya dilakukan dengan dibakar menggunakan mesin incenerator. Selain itu untuk ganja akan dimusnahkan di area sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam acara pemusnahan itu hadir pula sejumlah pejabat lain atau yang mewakili. Diantaranya Wakil Gubernur DKI Jakarta A Riza Patria, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kepala BNNP DKI Jakarta, Ketua MUI DKI Jakarta, Ketua GRANAT, Ketua Umum GERAM dan tamu undangan lainnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved