Pendidikan

Menteri Agama Singgung Kasus Aturan Sekolah Wajibkan Jilbab di Padang Hanya Puncak Gunung Es

Menag Yaqut menyebut masih banyak sekolah yang memperlakukan anak didik dan tenaga pendidik sebagaimana terjadi di Sumatera Barat

kemenag.go.id
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan,kasus siswi dipaksa pakai jilbab di Sumatera Barat ibarat puncak gunung es 

Wartakotalive.com, Jakarta - Pemerintah keluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait larangan sekolah negeri dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mewajibkan seragam beratribut agama.

SKB ini sahkan oleh tiga menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, secara daring, Rabu (3/2/2021).

Dalam peresmian itu, Menag Yaqut menyinggung soal kasus aturan sekolah yang mewajibkan siswa nonmuslim menggunakan jilbab di Padang, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kasus yang terlihat itu ibarat hanya puncak gunung es.

Masih banyak sekolah lain yang memiliki kasus serupa.

"Beberapa waktu lalu, kita temukan kasus di Padang, Sumatera Barat. Kami yakini itu hanya puncak gunung es."

"Untuk sementara data-data yang kita miliki, masih banyak sekolah yang memperlakukan anak didik dan tenaga pendidik sebagaimana terjadi di Sumatera Barat," tutur Yaqut, dikutip dari YouTube Kemendikbud RI, Rabu (3/2/2021).

Banyaknya kasus yang serupa menjadi latar belakang diterbitkannya SKB 3 menteri ini.

Selain itu, SKB ini juga dilatar belakangi keyakinan bahwa semua agama mengajarkan perdamaian.

"SKB 3 menteri ini juga dilatarbelakangi keyakinan bahwa agama dan seluruh ajarannya pasti mengajarkan perdamaian."

"Menyelesaikan perbedaan dengan baik, saling menghormati dan saling menghargai."

"Bukan sebaliknya, agama menjadi norma konflik atau justifikasi untuk berbuat yang tidak adil kepada yang berbeda keyakinan," ucap Yaqut.

Yaqut mengatakan, SKB tiga menteri ini penting untuk mencari persamaan di tengah perbedaan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami agama secara substantif, tak hanya secara simbolik saja.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved