Begini Kronologi Pemukulan Petugas Rutan KPK Versi Nurhadi, Tak Ada Renovasi Kamar Mandi

Akan tetapi, Nurhadi menyatakan seyogianya tidak ada rencana renovasi seperti yang dibeberkan KPK.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi memukul petugas Rutan KPK. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi buka suara atas insiden pemukulan yang ia lakukan terhadap salah satu petugas Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam rilis KPK pada Jumat (29/1/2021), disebutkan pemukulan diawali perkara renovasi kamar mandi.

Akan tetapi, Nurhadi menyatakan seyogianya tidak ada rencana renovasi seperti yang dibeberkan KPK.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 63 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah Tetap Mendominasi, Jakarta Sumbang 5

Nurhadi menjelaskan, faktanya kamar mandi malah mau ditutup dan disegel secara permanen.

Karena, ditemukan satu buah power bank pada tabung exhaust fan saat dilakukan pembuatan instalasi AC baru oleh teknisi pada Rabu (27/1/2021).

“Sehingga, pemberitaan mengenai renovasi kamar mandir selama ini adalah keliru atau hoaks."

Baca juga: INI 8 Tersangka Kasus Korupsi Asabri dan Perannya, 2 di Antaranya Juga Terlibat Skandal Jiwasraya

"Tidak pernah ada sosialisasi renovasi kamar mandi kepada para tahanan di Rutan C-1."

"Sehingga, pemberitaan mengenai adanya sosialisasi terhadap renovasi kamar mandi selama ini adalah keliru atau hoaks,” kata Nurhadi melalui tim kuasa hukumnya, Rabu (3/2/2021).

Menurut terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di MA itu, duduk perkaranya bermula ketika petugas Rutan KPK mendatangi penghuni Rutan C-1.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 15 Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Ada di Papua, Nias, dan Maluku Utara

Tujuannya, untuk menjelaskan akan ditutup atau disegelnya kamar mandi karena ditemukan power bank.

Namun, tujuh penghuni Rutan C-1 keberatan dan menolak rencana penutupan kamar mandi tersebut.

“Kami sampaikan kamar mandi isinya cuma ember untuk mencuci dan terpasang keran shower (pancuran) untuk mandi dan wudu."

Baca juga: KPK Merasa Harus Belajar dari Kejaksaan Agung yang Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi di PT Asabri

"Selama ini tidak pernah memiliki power bank, mungkin barang itu milik penghuni Rutan C-1 sebelumnya yang sudah silih berganti,” jelas Nurhadi.

Setelah terjadinya perdebatan, Nurhadi mengatakan petugas Rutan KPK mengeluarkan intonasi uara yang tinggi, memprovokasi atau menantang dengan mempersilakan dirinya untuk memukul saksi pelapor Muniri, petugas Rutan KPK.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved