Berita Nasional

Mahfud MD Kaget Namanya Terseret Rencana Penggulingan Ketum Demokrat AHY, Bantah Ikut Terlibat

Mahfud MD yang namanya turut terseret dalam isu itu, membantah keras dirinya terlibat dalam rencana penggulingan ketua umum Demokrat

Editor: Feryanto Hadi
NU Online/Suwitno
Menko Polhukam RI Mahfud MD membantah ikut terlibat dalam rencana pengambilalihan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketua umum Partai Demokrat 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Nama Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD sempat disebut dalam isu perencanaan penggulingan kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Demokrat.

Hal itu disampaikan Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik menanggapi klarifikasi yang disampaikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko terkait isu upaya ambil paksa Partai Demokrat.

Rachland meminta agar Moeldoko untuk berbicara jujur terkait keterlibatannya dalam merencanakan aksi pengambilalihan kepengurusan Partai Demokrat di bawah Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Kisruh Upaya Jegal Ketum AHY, Jansen Sitindaon Kenang Saat SBY Lantik Moeldoko Jadi Panglima TNI

Baca juga: Rachland Sebut Moeldoko Bawa Nama Kepala BIN hingga Jokowi saat Bahas Kudeta Demokrat

Rachlan pun membantah sejumlah pernyataan Moeldoko dalam konferensi pers daring, Senin (1/2/2021) malam.

Sebelumnya, dalam konferensi persnya, Moeldoko meminta agar masalah ini jangan diseret kepada Presiden Joko Widodo maupun jabatan dirinya sebagai kepala staff kepresidenan.

"Jangan dikit-dikit istana. Jangan ganggu Pak Jokowi. Karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini gitu ya. Jadi itu urusan saya, Moeldoko ini bukan selaku KSP, Moeldoko ini," kata Moeldoko.

Baca juga: Demokrat Sebut Ada Upaya Ambil Alih Kepengurusan, Andi Arief Blak-blakan Sebut Nama Moeldoko

Baca juga: Namanya Disebut dalam Rencana Kudeta Demokrat, Moeldoko: Ini Urusan Saya, Pak Jokowi Tak Tahu

Moeldoko menerangkan, awalnya ia hanya menerima curhatan dari para kader Demokrat yang mendatangi dirinya.

Ia pun tidak bisa melarang siapapun untuk bertemu dengannya.

"Jadi ceritanya begini teman-teman sekalian, beberapa kali banyak tamu yang berdatangan dan saya orang yang terbuka, saya mantan Panglima TNI tetapi saya tidak memberi batas dengan siapa pun, apalagi di rumah ini mau datang terbuka 24 jam siapa pun.

Baca juga: Kepengurusan AHY Nyaris Dikudeta, SBY Minta Penguasa Politik Lebih Bermoral dan Beradab

Moeldoko melanjutkan, awalnya mereka hanya berbincang banyak hal, salah satunya soal pertanian.

Hingga akhirnya para kader itu curhat tentang kondisi di dalam partai Demokrat.

Akhirnya, Moeldoko pun merasa prihatin dengan curhatan kader Demokrat yang ia maksud itu.

"Secara bergelombang mereka datang berbondong-bondong ya kita terima, konteksnya apa saya juga nggak ngerti, dari obrolan itu saya awali dengan pertanian, karena saya suka pertanian," jelasnya.

"Mereka curhat situasi ya gue dengerin aja. Berikutnya ya udah dengerin aja, ya, saya juga prihatin dengan situasi itu, karena saya juga bagian yang mencintai demokrat," kata dia.

Baca juga: Kepengurusan AHY Nyaris Dikudeta, SBY Minta Penguasa Politik Lebih Bermoral dan Beradab

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved