Breaking News:

Gandeng Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Terus Meningkatkan 3T

Pemprov DKI tentu dengan dukungan pemerintah pusat selalu berusaha mengupaya peningkatan fasilitas RS, laboratorium, tempat tidur, termasuk swab PCR

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam talkshow implementasi PPKM Jawa-Bali yang diselenggarakan oleh BNPB Kamis (7/1/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggandeng pemerintah pusat untuk meningkatkan langkah 3T, yaitu tracing (pelacakan), testing (pengetesan) dan treatment (pengobatan) saat pandemi Covid-19.

Sebagai Ibu Kota NKRI, interaksi warga di Jakarta sangat tinggi karena penduduknya heterogen hingga didatangi ekspatriat untuk urusan bisnis. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Senin (1/2/2021) malam.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, pelibatan pemerintah pusat dalam pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan Covid-19. Dia menyadari, penambahan tempat tidur pasien isolasi dan ruang ICU di Jakarta saat ini juga melibatkan peran pemerintah pusat. Apalagi keterisian RS juga semakin menipis di Jakarta.

“Kondisi RS sudah sering kami sampaikan, kondisi keterisiannya sudah mencapai 84 persen, itu juga termasuk ruang ICU 84 persen. Karena itu kami ingin menambah RS, termasuk hotel juga,” kata Ariza.

Baca juga: VIDEO Ledakan Bikin Geger di Penjaringan, Polda Metro Pastikan Akibat Tabung Gas Bocor Bukan Bom

Baca juga: Pemeriksaan Wanita yang Layani Berahi Teman Prianya di Halte Senen Rampung, Positif Gangguan Jiwa

“Prinsipnya, Pemprov DKI tentu dengan dukungan pemerintah pusat selalu berusaha mengupaya peningkatan fasilitas RS, laboratorium, tempat tidur, termasuk di antaranya pengetesan swab PCR,” lanjutnya.

Ariza mengatakan, pengetesan PCR di Jakarta juga terus meningkat bahkan sudah 13 kali lipat dari yang ditetapkan WHO. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, rata-rata pengetesan PCR per 1 juta penduduk mencapai 251.351 orang.

Sementara jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir mencapau 115.224 orang. Pengetesan PCR yang terus masif, diklaim Ariza berkontribusi terhadap 43 persen pengetesan di tingkat nasional.

“Jadi Jakarta betul-betul melakukan berbagai upaya terkait pencegahan dan penanganan serta pengendalian Covid-19. Jakarta ini karena Ibu Kota, pusatnya informasi dari dalam-luar negeri, dari antardaerah kemudian di sini ada pemerintahan pusat yang juga berinteraksi secara nasional dan juga teman-teman semua pebisnis banyak berkumpul di Jakarta,” jelasnya.

Baca juga: Tahun Ajaran Genap 2020/2021, Pelajar Tak Mampu Sekolah MTs Swasta di Depok Dibebaskan Biaya SPP

Baca juga: Angel Lelga Sebenarnya Tahu Siapa yang Curi Berlian Miliknya, Mau Lapor Polisi tapi Masih Kasihan

Disebutkan, kondisi Jakarta cukup padat sehingga potensi kerumunan juga meningkat. Hal ini, ujar dia, sejalan dengan tingkat potensi paparan Covid-19 yang juga tinggi dibanding daerah lain. Sampai Senin (1/2/2021), jumlah kasus aktif di Jakarta mencapai 24.793 orang. Sementara kasus total Covid-19 sejak awal pandemi Covid-29 mencapai 273.332 kasus.

“Untuk itu kami harus mengupayakan yang lebih baik lagi di antaranya meningkatkan 3T dan meningkatkan berbagai fasilitas,” imbuhnya.

Namun demikian, Ariza menyadari berbagai fasilitas yang diberikan DKI dan pemerintah pusat tidak akan berjalan baik bila tak didukung warganya. Di sisi lain sekompleks apapun regulasi dan ragam fasilitas, kasus Covid-19 akan tetap tinggi bila masyarakat tidak mematuhi 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Kami sampaikan bahwa Covid-19 masih ada dan kita semua sangat mudah bisa terserang, terinfeksi, dan ditularkan. Untuk itu mari kita masing-masing jaga diri, jaga lingkungan, jaga keluarga,” katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved