Berita Nasional

Akhmad Sahal 'Ditatar' Alissa Wahid saat Berdebat Apakah Abu Janda Representasi NU Atau Bukan

Alissa menyebut, dirinya saja yang notabene sebagai putri dari Gusdur, tidak pernah berani mengaku sebagai representasi NU

Editor: Feryanto Hadi
dok. pribadi
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika Serikat, Akhmad Sahal sempat berdebat dengan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid tentang status NU Permadi Arya alias Abu Janda yang dimuat dalam situs NU Online.

Alissa Wahid sebelumnya menyebut, orang-orang semacam Abu Janda itu sangat mengganggu karena bukan bagian dari kelompok atau poros NU, tapi seringkali bicara soal agama.

Dengan kata lain, Abu Janda sesungguhnya tidak punya otoritas untuk, misalnya, mengatakan bahwa Islam adalah agama arogan.

“Dia (Abu Janda) tidak benar-benar menguasai ilmu agama, artinya kita nggak pernah melihat dia sebagai bagian dari kelompok atau poros-poros NU. Jadi dia kan bukan bagian dari poros-poros NU, pesantren juga enggak,” demikian menurut Alissa seperti diwartakan dalam situs resmi NU Online.

Baca juga: Diserang Pasukan Buzzer usai Sebut Abu Janda Rasis, Alissa Wahid: Sekarang Saya Baru Paham

“Nah pesan kita menurut saya sih lebih banyak ke masyarakat, hati-hati terhadap orang yang mengklaim dirinya adalah NU. Kalau ada orang yang menyebut dirinya NU ya kita nggak bisa apa-apa. Boleh-boleh saja,” katanya.

Namun jika ingin menjadi orang NU, tegas Alissa dalam pemberitaan itu, harus senantiasa menjunjung tinggi nilai atau prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah seperti tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (berimbang), i’tidal (tegak lurus), dan amar makruf nahi mungkar.

Alissa menilai Abu Janda sudah sangat berlebihan. Bahkan dalam setiap aktivitas dan perbuatannya, Abu Janda sudah tidak lagi menerapkan nilai-nilai tawasuth, tasamuh, dan i’tidal yang menjadi prinsip beragama warga NU.

Baca juga: Mahfud MD Kaget Namanya Terseret Rencana Penggulingan Ketum Demokrat AHY, Bantah Ikut Terlibat

  “Saya sih keberatan dia dianggap merepresentasikan NU karena NU tidak begitu. Hikmahnya adalah kita semua menjadi lebih ngeh (mengerti), seperti apa sih seharusnya menjadi orang NU itu. Itu hikmahnya,” tutur Alissa. 

Sahal awalnya memprotes pernyataan Alissa Wahid yang menyebutkan bahwa Abu Janda bukanlah bagian dari poros Nahdlatul Ulama meskipun pada kenyataannya Abu Janda adalah seorang anggota Anshor/Banser.

Sahal pun tidak sependapat dengan Alissa.

Ia menyebut, sebagai anggota Banser, Abu Janda sudah otomatis menjadi anggota NU, bukan sekadar mengaku sebagai warga NU.

Baca juga: Kisruh Upaya Jegal Ketum AHY, Jansen Sitindaon Kenang Saat SBY Lantik Moeldoko Jadi Panglima TNI

"Saya ga setuju dengan Mba @AlissaWahid. Abu Janda @permadiaktivis1
itu kader banser yang resmi.Otomatis dia juga resmi anggota NU, bukan ngaku-ngaku NU. Bahwa AJ ndlodok, gaya ofensifnya ga sesuai dengan aswaja NU, Banser mesti menjewernya. Dia harus ngaji lagi. Tp jangan tak diakui sebagai NU," tulis Akhmad Sahal.

Namun Alissa meminta agar Sahal kembali mencermati statemen Alissa secara lengkap.

Alissa tetap berpendapat bahwa Abu Janda bukanlah berasal dari poros NU meskipun dia adalah kader Anshor sekalipun.

Baca juga: Abu Janda Diperiksa Polisi, Rocky Gerung: Disidang di Pengadilan Anak Saja Atau Masukin Panti Sosial

Baca juga: Eks Waka BIN Bongkar Sosok Abu Janda, Sebut Penyusup di NU, Ingatkan Masih Ada Penyusup Lain

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved