Breaking News:

Aung San Suu Kyi Ditangkap

MILITER Myanmar Tahan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint Usai Pemilu yang Dimenangi NLD  

Aung San Suu Kyi kembali meringkuk di penjara setelah militer Myanmar menangkap kemudian menahan pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi Myanmar

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint di Naypyitaw kini ditahan oleh militer Myanmar, Senin (1/2/2021). Foto ilustrasi: Suatu kelompok massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2017). 

WARTAKOTALIVE.COM, YANGON - Militer Myanmar menahan Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi Myanmar sekaligus Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint di Naypyitaw.

Penahanan itu terkait kisruh politik nasional terutama setelah pelaksanaan pemilihan umum yang dimenangi Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.

Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi ditahan oleh militer Myanmar.

Video: Detik-detik Driver Ojol Gagalkan Wanita Hamil yang Hendak Lompat dari JPO

Apa yang dilakukan militer Myanmar tak ubahnya kudeta tak berdarah, dan "tradisi" pengambilalihan kekuasaan secara paksa ini bukan sekali ini saja terjadi di Myanmar.

Junta militer Myanmar beberapa tahun lalu sudah menangkap dan menahan Aung San Suu Kyi dalam waktu cukup lama, bahkan dunia internasional sampai menyerukan agar ASEAN mengucilkan atau memberi sanksi kepada junta militer Myanmar.

Kini, sejarah berulang dan Myanmar saat ini dalam sorotan dunia.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint Ditangkap

Baca juga: VIDEO : Bertemu Aung San Suu Kyi, Jokowi Ingatkan Pentingnya Keamanan Rakhine State

Reuters melaporkan, Suu Kyi dan dan sejumlah tokoh senior dari Partai National League for Democracy ( NLD) ditangkap dalam sebuah penggerebekan pada Senin (1/2/2021) dini hari.

Juru Bicara NLD Myo Nyunt mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint, dan para tokoh lainnya telah "diambil" pada dini hari.

"Saya ingin memberitahu rakyat kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum," kata Nyunt.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved