Breaking News:

Berita Jakarta

Menginspirasi, Warga Pulau Kelapa Sulap Limbah Kayu Menjadi Aneka Kerajinan Bernilai Jual Tinggi

Warga Pulau Kelapa Sulap Limbah Kayu Menjadi Aneka Kerajinan Bernilai Jual Tinggi. Sayangnya, Pandemi Membatasi Jumlah Kunjungan Wisatawan Saat Ini

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Harun (50) pengrajin limbah kayu asal Pulau Kelapa RT 05/03, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Limbah kayu bagi sebagian orang mungkin tidak bermanfaat.

Namun, di tangan Harun (50) warga Pulau Kelapa RT 05/03, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, limbah kayu bisa menjadi berbagai jenis kerajinan tangan bernilai jual tinggi.

Pada masa pandemi covid-19, berbagai macam kerajinan tangan berukuran kecil hingga besar dipasarkan kepada wisatawan yang datang ke keramba apung miliknya.

"Saya mencoba-mencoba untuk membuat suvenir, masa mereka bisa saya nggak bisa, akhirnya saya buat. Bahkan sudah beberapa kali dan sudah beberapa juga orang berminat membeli," kata bapak enam orang anak itu pada Senin (01/02/2021).

Harun mengatakan, dengan dibantu tetangga dan teman para pengrajin, dirinya memperoduksi berbagai bentuk kerajinan tangan, seperti patung garuda, aneka perahu dan lainnya.

"Sampai sekarang ini saya buat banyak dengan berbagai jenis dan bentuk seperti burung garuda, menara eiffel, kapal pinisi dari Sumatera, Indonesia bahkan dari negara-negara eropa," ujarnya.

Miniatur Kapal karya Harun (50) pengrajin limbah kayu asal Pulau Kelapa RT 05/03, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu
Miniatur Kapal karya Harun (50) pengrajin limbah kayu asal Pulau Kelapa RT 05/03, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu (Istimewa)

Baca juga: Walau Abdul Kadir Direhabilitasi, Polisi Tegaskan Kasus Penyalahgunaan Narkoba Tetap Berjalan

Dalam proses pembuatan, kami menggunakan barang-barang bekas atau limbah kayu yang hayut di laut dan tidak terpakai seperti bambu, daun pisang kering, dan dari kayu bekas.

"Kita jual antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta tergantung ukurannya, besar, kecil dan tingkat kesulitannya. Wisatawan mancanegara paling suka miniatur kapal untuk dibawa ke negaranya, seperti turis dari Perancis dan Belanda," tuturnya.

Miniatur Kapal karya Harun (50) pengrajin limbah kayu asal Pulau Kelapa RT 05/03, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu
Miniatur Kapal karya Harun (50) pengrajin limbah kayu asal Pulau Kelapa RT 05/03, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu (Istimewa)

Merujuk hal tersebut, dirinya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Terlebih dari segi permodalan dan pemasaran, sehingga dirinya dapat mengenalkan beragam karyanya ke masyarakat, baik lokal maupun mancanegara.

"Kita manfaatkan wisatawan yang datang ke resto untuk makan sambil melihat-lihat kerajinan tangan, siapa tahu tertarik dan membelinya, dan kita manfaatkan masa pandemi ini untuk berkarya dan menghasilkan uang," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved