Breaking News:

Kudeta Militer di Myanmar

KUDETA Pemerintahan Demokratis, Dewan Keamanan PBB Diminta Jatuhkan Sanksi pada Militer Myanmar

Militer Myanmar tuai kecaman dari dunia internasional, termasuk dari Asia Democracy Network yang meminta Dewan Keamanan PBB memberi sanksi militer.

Editor: Hertanto Soebijoto
https://www.abc.net.au/
Hingga kini nasib Aung San Suu Kyi masih dalam tahanan militer Myanmar yang telah melancarkan kudeta pada Senin (1/2/2021). Foto dok: Aung San Suu Kyi saat memeriksa barisan militer dalam sebuah acara. Kini Suu Kyi malah ditangkap militer yang menuduh melakukan pemilu curang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aksi kudeta militer Myanmar terhadap pemerintahan demokratis pimpinan Aung San Suu Kyi menimbulkan gelombang kecaman dari dunia internasional.

Organisasi pembela demokrasi Asia Democracy Network (ADN) meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) menjatuhkan sanksi terhadap militer Myanmar terkait kudeta terhadap pemerintahan demokratis dan penangkapan para pemimpinnya, Senin (1/2/2021).

"Kami berharap DK-PBB segera menggelar pertemuan dan menjatuhkan sanksi terhadap Tatmadaw (sebutan militer Myanmar)," kata Asia Democracy Network melalui pernyataan tertulis, Senin (1/2/2021).

Video: Dua Kakak Beradik Juara Dunia Karateka

Asia Democracy Network adalah jaringan warga sipil yang misinya membela dan melindungi demokrasi di negara-negara Asia.

Tidak hanya DK-PBB, ADN juga meminta PBB dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) untuk "bersikap lebih aktif membantu penyelesaian masalah pada masyarakat yang baru saja membangun pemerintahan sipil yang demokratis," kata jaringan tersebut.

Asia Democracy Network juga mengajak komunitas internasional, termasuk negara-negara pro demokrasi untuk ikut bersuara dan bertindak membantu warga Myanmar mengembalikan kembali pemerintahan demokratis.

Baca juga: Aksi Kudeta di Myanmar Memanas, Berikut Ini Poin-poin Imbauan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia

Baca juga: Dunia Kecam Myanmar, Benarkah Terjadi Kudeta Militer, Aung San Suu Kyi Ditahan? Ini Fakta-faktanya

 "Komunitas internasional harus memastikan Myanmar akan kembali ke jalur demokrasi dan tidak lagi tunduk pada hari-hari gelap kekuasaan militer," kata ADN.

Jaringan aktivis demokrasi itu lanjut menyebut kudeta militer membatalkan upaya warga Myanmar membangun pemerintahan sipil yang baru terbentuk pada 2015, mengingat sebelum itu Myanmar dikendalikan oleh junta militer selama hampir 50 tahun.

Tentara pada Senin pagi melancarkan kudeta terhadap Pemerintah Myanmar dan menangkap penasihat negara Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, sejumlah politisi partai pemenang pemilihan umum Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dan beberapa aktivis.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved