Breaking News:

DKI Telah Buka Operasikan Lahan TPU Baru Covid-19 di Srengseng Sawah 2

Tegal Alur tersisa 170 petak makam bagi jenazah non muslim, sedangkan TPU Bambu Wulung tersisa 300 petak

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
TPU Srengseng Sawah Penuh, Pemprov DKI Jakarta ratakan tanah untuk lahan baru pemakaman Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta membuka lahan pemakaman baru untuk jenazah Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah 2, Jakarta Selatan mulai Minggu (31/1/2021) lalu. Di hari pertama, petugas telah memakamkan sekitar 20 jenazah dari kapasitas 1.020 petak makam di sana.

Kepala Pusat Data dan Informasi pada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo mengatakan, pembukaan TPU Srengseng Sawah 2 menambah dua pemakaman lainnya yang saat ini digunakan pemerintah daerah.

Kedua TPU yang masih digunakan adalah TPU Tegal Alur, Jakarta Barat untuk jenazah non muslim dan TPU Bambu Wulung Jakarta Timur untuk muslim.

“Sekarang jumlahnya sudah bertambah jadi tiga, termasuk di Srengseng Sawah 2. Sedangkan yang TPU lainnya kayak di Rorotan dan Tegal Alur dekat Jalan Sahabat itu masih dipersiapkan,” kata Ivan pada Senin (1/2/2021).

Ivan mengatakan, ketersediaan petak makam saat ini di tiga lokasi itu cukup bervariasi. Untuk Tegal Alur tersisa 170 petak makam bagi jenazah non muslim, sedangkan TPU Bambu Wulung tersisa 300 petak dari 800 petak yang disiapkan.

Baca juga: Kondisi Terkini WNI di Myanmar di Tengah Kudeta Militer, Kemenlu Imbau Agar Tetap Tenang dan Waspada

Baca juga: Namanya Disebut dalam Rencana Kudeta Demokrat, Moeldoko: Ini Urusan Saya, Pak Jokowi Tak Tahu

Lalu di TPU Srengseng Sawah 2 tersisa sekitar 1.000 petak makam lagi. Kata dia, meski TPU Pondok Rangon Jakarta Timur dan TPU Srengseng Sawah 1 sudah dinyatakan penuh, namun petugas masih menerima pemakaman dengan protokol Covid-19.

Petugas dapat menggunakan petak makam yang sudah ada dengan skema tumpang tindih. Dengan catatan, jenazah yang akan dimakamkan dengan jenazah yang sudah ada di liang lahat memiliki hubungan keluarga.

“Semua TPU itu juga menangani protokol, tapi dengan sistem tumpang tindih. Artinya ditumpuk dengan jenazah keluarga, itu diperbolehkan,” katanya.

“Tapi untuk pemakaman baru dan tidak memiliki keluarga, kami siapkan di tiga lokasi sekarang yaitu TPU Srengseng Sawah 2, Tegal Alur dan Bambu Wulung,” tambahnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah membeli lahan untuk pemakaman sekitar Rp 185 miliar. Lahan itu tersebar di lima lokasi di Ibu Kota DKI Jakarta.

Baca juga: Kudeta Militer di Myanmar Nyata, Seluruh Penerbangan Ditutup Sementara, Pendukung Militer Pawai

Baca juga: Soraya Abdullah Meninggal, Ummi Pipik Sebut Sahabatnya Itu Dimakamkan di TPU Jeruk Purut Selasa Pagi

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati merinci, pembelian lahan itu dilakukan di TPU Srengseng Sawah (Jakarta Selatan), TPU Dukuh (Jakarta Timur), TPU Semper (Jakarta Utara), TPU Joglo (Jakarta Barat) dan TPU Bambu Wulung/Bambu Apus (Jakarta Timur). Lahan makam itu dibeli memakai dana anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2020.

Suzi menampik pembelian seluruh lahan itu menghabiskan duit Rp 185 miliar. Namun demikian, dia tak menjelaskan secara rinci anggaran yang terpakai dalam pembelian lahan itu.

Adapun dana Rp 185 miliar merupakan pagu anggaran yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta. “Itu nggak semua Rp 185 miliar kan ada penawarannya juga,” kata Suzi di Balai Kota DKI pada Senin (25/1/2021).

“Untuk jumlahnya dari lima lokasi itu sekitar 3,3 hektar. Satu petak makam itu memerlukan 3,75 meter persegi,” tambah Suzi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved