Breaking News:

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna Positif Covid-19 Setelah Suntik Vaksin, ini Kata RSUD Depok

Sudah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna saat ini terkonfirmasi positif Covid-19.

Warta Kota/Rizki Amana
Vaksin Covid-19 Sinovac yang ditampilkan petugas di Tangsel. Akibat vaksin, nafsu makan justru membaik. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (30/1/2021) sore.

Sebelumnya, Pradi sempat mendapatkan suntikan vaksin Sinovac dosis pertama bersama sembilan pejabat publik lainnya di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)  Kampus UI Depok, Jawa Barat, 14 Januari lalu.

Direktur RSUD Kota Depok dr. Devi Maryori menjelaskan bahwa terpaparnya Pradi bisa diakibatkan belum terbentuknya antibodi.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, 153 WNA China Tetap Masuk Indonesia Lewat Bandara Soetta, ini Kata Imigrasi

Baca juga: Istana Negara Turun Tangan Kasus Penghinaan Natalius Pigai, Minta Polisi Tindak Ambroncius Nababan

Baca juga: 119 Jenazah Covid-19 Telah Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel, Tapi Upah Penggali Kubur Belum Dibayar

Lantaran jarak suntikan pertama baru berjalan beberapa waktu saja sebelum akhirnya dinyatakan positif Covid-19.

"Karena kan memang baru dosis pertama yang bersifat pengenalan dulu, selanjutnya harus disuntikan dosis kedua sebagai booster sampai pada akhirnya antibodi terbentuk," katanya saat dihubungi Warta Kota, Minggu (31/1/2021).

Untuk itu, dengan Pradi terpapar Covid-19, Devi menilai hal itu bisa saja terjadi meski telah menerima suntikan vaksin Sinovac buatan Tiongkok itu.

"Pada suntikan kedua pun vaksin belum bisa bekerja dengan maksimal, masih harus menunggu tiga sampai empat minggu kemudian," akunya.

Bentuk kekebalan tubuh pascavaksinasi dijelaskan Devi tidak bisa disamaratakan antara penerima yang satu dengan yang lainnya.

Sebab, daya tahan tubuh masing-masing orang berbeda-beda sehingga proses setelah menerima vaksinasi turut dipengaruhi oleh kondisi tubuh seseorang.

Namun demikian, Devi membantah jika terpaparnya Pradi Supriatna diakibatkan dari suntikan vaksin Covid-19 yang diterimanya itu.

"Yang tadi saya jelaskan, bahwa kondisi tubuh masing-masing orang berbeda. Selain itu juga, vaksin dosis pertama yang diterima pun terbilang baru atau belum lama, tentu semuanya butuh proses," paparnya.

Devi pun menjabarkan bahwa vaksin bukanlah membuat seseorang 100 persen terhindar atau kebal dari Covid-19.

Baca juga: PERHATIAN! Tak hanya Penjual, Pengguna Surat Swab Palsu juga Bisa Dipidana Hingga 12 Tahun Penjara

Baca juga: Viral Video Gerombolan 30 Remaja Hendak Tawuran, Cegat Lawannya Pakai Celurit, Rampas Motornya

Baca juga: PSBB Jakarta Diperpanjang, Ini Jam Operasional Bus Transjakarta

Melainkan dapat membuat kondisi tubuh jauh lebih baik bila akhirnya terpapar Covid-19.

"Dengan di vaksin dapat menghindari penderita Covid-19 ini mengalami gejala berat. Kondisi Pak Wakil pun sebelum masuk (RSUD Kota Depok) terbilang baik, tidak ada gejala berat," paparnya.

Kondisi Pradi yang memiliki gejala Covid-19 itu pun membuat mantan pasangan calon Afifah Alia di Pilkada Depok 2020 ini tak bisa menerima suntikan vaksin Sinovac dosis kedua lantaran tengah mengalami demam.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved