Breaking News:

VIDEO

VIDEO 60 Penghuni Kos di Karang Anyar di Swab PCR Gara-gara 2 Orang Positif Covid-19

Lurah Karang Anyar, Jakarta Pusat Heru Supriyono mengatakan swab PCR ini dilakukan setelah dua penghuni kos positif Covid-19

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Swab PCR mendadak terjadi di Indekos 21, di Jalan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat(29/1/2021). Para penghuni kos di Karang Anyar, Sawah Besar dilakukan swab PCR setelah dua orang didapati terkonfirmasi Covid-19.  

WARTAKOTALIVE.COM,SAWAH BESAR -- 60 penghuni kos 21 Jalan Karang Anyar, Sawah Besar Jakarta Pusat di tes swab PCR secara mendadak, usai dua penghuni kos positif Covid-19.

Lurah Karang Anyar, Jakarta Pusat Heru Supriyono mengatakan swab PCR ini dilakukan setelah dua penghuni kos positif Covid-19, sehingga untuk mengantisipasi penyebaran pihaknya langsung melakukan swab PCR.

Pantauan Wartakotalive.com sejumlah petugas tenaga medis mulai melakukan testing dengan melakukan swab PCR usai adanya penghuni kos yang terpapar virus Covid-19 itu.

Para penghuni kos terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan mengenai riwayat penyakitnya sebelum dilakukan swab, setelah itu mereka menjalani swab PCR tersebut yang digelar di lobby kos.

Baca juga: Uji Rapid Test Antigen Acak, Dua Penumpang Bus Terminal Kalideres Reaktif Covid-19

"Jadi hari ini kita mengadakan swab on the spot di kosan 21 Karang Anyar. Hal ini kita lakukan karena di kosan ini ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata Heru Supriyono ditemui, Jumat (29/1/2021).

Dikatakan Heru, swab antigen ini digelar secara on the spot tanpa pemberitahuan kepada penghuni terlebih dahulu.

Baca juga: Buntut Video Viral Diduga Napi sedang Pesta Sabu di Rutan, Massa Geruduk Kantor Kanwilkumham DKI

Hal ini agar seluruh para penghuni, mau untuk di swab antigen. Secara keseluruhan para penghuni pun bersedia dilakukan swab PCR.

"Jadi memang kita dadakan. Kalopun tadi ada yang keluar itu memang murni tidak bisa ikut karena harus segera berangkat kerja, tapi kita sudah minta untuk melakukan swab secara mandiri," katanya.

Baca juga: Cerita Hansel Sianipar Saat Gagalkan Upaya Bunuh Diri Seorang Wanita Hamil di Jembatan

Jika nantinya ada penghuni kos yang terkonfirmasi positif, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas untuk penanganan selanjutnya, apakah dilakukan isolasi mandiri atau di rujuk ke rumah sakit.

"Nanti kita akan koordinasi dulu setelah hasilnya semua keluar. Karena kan kita tahu jika kapasitasnya rumah sakit mulai penuh, jadi kalo memungkinkan untuk isolasi mandiri bisa isolasi mandiri jika tidak nanti bisa di rujuk ke RS," ujarnya.

Baca juga: Begal Sepeda Ditembak Polisi, Sudah Beraksi 25 Kali di Jakarta Barat Incar Ponsel

Salah satu penghuni kos, Sahrul (34) mengatakan tidak masalah mengenai PCR yang dilakukan oleh pihak Kelurahan.

Justru hal ini dianggap membantu dirinya untuk mengetahui apakah dirinya terkonfirmasi Covid-19.

"Ngak masalah sih malah bagus. Kita jadi tahu dan selain itu gratis juga. Kalo takut ngak, karena dua bulan lalu juga sudah pernah merasakan," ujarnya 

Sedangkan, pemilik kos, Tommy Rusli Idar (49) mengatakan jika swab PCR secara on the spot ini adalah permintaannya, hal ini bertujuan agar seluruh penghuni kos dipastikan kesehatan.

"Ini memang permintaan saya ke lurah untuk PCR. Jadi sangat bagus, hal ini juga memastikan para penghuni tidak terpapar covid-19, apalagi sempat ada penghuni yang positif," ucapnya. (JOS).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved