Breaking News:

Makam Covid 19

Pemprov DKI Pangkas Ukuran Petak Makam Covid-19 di TPU Bambu Apus

Pemprov DKI Jakarta memangkas ukuran petak makam di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Suasana TPU Bambu Apus di blok pemakaman protap Covid-19, Kamis (28/1/2021). Saat ini, petak makam untuk jenazah pasien Covid-19 nyaris penuh. Karena itu ukuran makam akan dikurangi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memangkas ukuran petak makam di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kebutuhan lahan karena makam di TPU tersebut mulai penuh.

Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus, Muhaimin mengatakan, bertambahnya jenazah Covid-19 membuat pihaknya berstrategi dalam pengadaan lahan makam. Mengingat lahan yang terbatas, maka pihaknya membuat stategi baru agar bisa memiliki daya tampung lebih.

Biasanya, per petak makam 2,5 x 1,5 meter persegi, kini diringkas menjadi 1,2 x 2,2 meter persegi per lubang/petak makam.

“Walau ukurannya lebih kecil, namun masih ada jarak sekitar 40 sentimeter setiap sisinya Saat memasukkan peti jenazah,” kata Muhaimin yang dikutip dari akun Instagram Sudin Kominfotik Jakarta Timur, @kominfotik_jt, Jumat (29/1/2021).

Menurutnya, dengan penghematan ukuran maka dapat menambah jumlah lubang/petak makam. Hal ini membuat luasan sementara di TPU Bambu Apus yang bisa digunakan mencapai 3.000 meter persegi.

Dari jumlah tersebut, terbagi atas empat blad, dengan rincian tiga blad untuk pemakaman Covid-19, dan satu blad untuk pemakaman umum.

Untuk daya tampung keempat blad sekitar 700 petak makam, kemudian dengan adanya penghematan ukuran, bertambah menjadi 1.500 petak makam.

“Diperkirakan jumlah petak makam yang bisa disiapkan di lahan tersebut sekitar 850 - 900 lubang,” tambahnya.

Seperti diketahui, TPU Bambu Apus menjadi pemakaman tambahan untuk penanganan jenazah Covid-19 sejak Kamis (21/1/2021) dan hingga Kamis (28/1/2021) sudah menampung 306 jenazah Covid-19.

Selain itu, petugas penggali makan ditambah hingga sekitar 35 orang untuk penanganannya karena jenazah yang terus bertambah dan penggalian yang memakan banyak waktu.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah membeli lahan untuk pemakaman sekitar Rp 185 miliar. Lahan itu tersebar di lima lokasi di Ibu Kota DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, merinci pembelian lahan itu dilakukan di TPU Srengseng Sawah (Jakarta Selatan), TPU Dukuh (Jakarta Timur), TPU Semper (Jakarta Utara), TPU Joglo (Jakarta Barat) dan TPU Bambu Wulung/Bambu Apus (Jakarta Timur). Lahan makam itu dibeli memakai dana anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2020.

Suzi menampik pembelian seluruh lahan itu menghabiskan duit Rp 185 miliar. Namun demikian, dia tak menjelaskan secara rinci anggaran yang terpakai dalam pembelian lahan itu.

Adapun dana Rp 185 miliar merupakan pagu anggaran yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta. “Itu nggak semua Rp 185 miliar kan ada penawarannya juga,” kata Suzi.

“Untuk jumlahnya dari lima lokasi itu sekitar 3,3 hektar. Satu petak makam itu memerlukan 3,75 meter persegi,” tambah Suzi. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved