Diduga Salah Paham Soal Renovasi Kamar Mandi Tahanan, Nurhadi Pukul Petugas Rutan KPK

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (28/1/2021) pukul 16.30 WIB.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (tengah) memakai baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). Nurhadi diduga memukul salah satu petugas Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diduga memukul salah satu petugas Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (28/1/2021) pukul 16.30 WIB.

Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di MA itu, memukul petugas di Rutan Ground A C1 KPK.

Baca juga: Gurauan Kapolri: Kapolsek, Kapolres, Kapolda yang Menolak Bertemu Kiai NU Bisa Dilaporkan ke Propam

"Benar diduga telah terjadi tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh tahanan KPK atas nama NHD (Nurhadi)."

"Kepada salah satu petugas rutan KPK," kata Ali melalui keterangan tertulis, Jumat (29/1/2021).

Ali menjelaskan, penganiayaan ini diduga terjadi karena kesalahpahaman Nurhadi terkait adanya penyampaian penjelasan sosialisasi oleh petugas Rutan KPK, mengenai rencana renovasi salah satu kamar mandi untuk tahanan.

Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Ini 4 Rekomendasi TII

Tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh Nurhadi, imbuhnya, turut disaksikan oleh petugas Rutan KPK lainnya.

"Pihak Rutan KPK akan melakukan tindakan pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku terhadap tahanan dimaksud."

"Perkembangan hal ini akan kami sampaikan lebih lanjut," ucap Ali.

Belanjakan Uang Suap Rp 45,7 Miliar untuk Beli Lahan Kelapa Sawit Hingga Tas Hermes

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, didakwa menerima suap sebesar Rp 45.726.955.000.

Suap itu didapat dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto, untuk mengurus perkara yang melibatkan Hiendra dan PT MIT.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan peruntukkan duit suap Nurhadi dan Rezky tersebut.

Baca juga: Moeldoko Ungkap Jokowi Tegur Kabinet karena Komunikasi Sosialisasikan UU Cipta Kerja Sangat Jelek

Dalam dakwaannya, JPU KPK membeberkan penggunaan uang suap senilai Rp 45,7 miliar tersebut antara lain untuk membeli lahan kelapa sawit hingga merenovasi rumah kontrakan mewahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved